WARGA SIABAL-ABAL BUTUH ANGKUTAN UMUM

TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR – Warga Jl Siabal-abal Kelurahan BP Nauli Kecamatan Siantar Marihat mengeluhkan trayek angkutan umum dari tempat tinggal mereka. Pasalnya, belum ada trayek angkutan umum yang melalui daerah berkembang tersebut.

Kondisi saat ini, warga harus berjalan kaki antar dua hingga empat kilometer agar bisa menemui angkutan umum (mopen sebutan di daerah ini). Kondisi ini tentu meresahkan warga dan menambah ongkos yang harus dikeluarkan jika harus menaiki becak.

Seperti disampaikan seorang warga di daerah itu, J Damanik, Jumat (14/9/2012) mengatakan dirinya sangat kesulitan jika keluar dari areal tempat tinggalnya menuju ke kota atau ke tempat lain harus mengeluarkan ongkos lebih. “Kadang harus jalan ke simpang sana. Yang lebih kewalahan kadang-kadang, adalah anak-anak. Terlalu capek kalau harus jalan jauh,” ujarnya.

Menurutnya, daerah tempat tinggalnya itu sudah termasuk ramai. Sehingga jika dilalui kendaraan umum, tidak akan merugi. Warga disekitar juga merupakan warga yang membutuhkan angkutan umum. Pantauan juga telihat, kondisi warga masih butuh angkutan umum.

Termasuk seorang guru SD Negeri 122346 yang ada di Jl Siabal-abal, Timbul Panjaitan mengatakan hal sama. Pasalnya Timbul yang bukan warga setempat justru kasihan melihat para warga yang harus berjalan jauh. “Padahal, ada trayek di satu arah bertumpuk. Kalau dipecah kesini kan, selain membantu warga, juga menekan kemacetan dipusat kota,” ujar Timbul.

Bahkan, sebagian rekannya guru juga harus berjalan kaki dari simpang untuk sampai di sekolah tersbut. Timbul mengatakan, jika saja angkutan umum melintas di daerah tempat bekerjanya. Dia akan lebih memilih naik angkutan umum, ketimbang mengendarai sepedamotornya.

Infrastruktur jalan menurut Timbul, cukup bagus untuk dilalui angkutan. Sehingga juga bermanfaat pembangunan yang dilakukan pemerintah melalui pemanfaatan jalan yang telah dibangun.

Karena, ujar Timbul, pemukiman di sepanjang jalan dan sekitarnya mulai marak. Dalam artian jumlah penduduk akan terus bertambah dan membutuhkan sarana angkutan yang memadai.

Kondisi kebutuhan angkutan umum juga terjadi di daerah Kecamatan Marimbun, tepatnya akses ke SMP Negeri 11. Daerah ini juga dinilai masih sangat minim sarana angkutan umum.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Kota Pematangsiantar, Naik Lubis mengatakan bahwa syarat sebuah daerah dilalui sebuah armada angkutan melalui tahapan penilaian kebutuhan dan kelayakan. Sebab, angkutan umum pada umumnya adalah membutuhkan penanaman modal yang besar. Sehingga, jika trayek dibuat di daerah yang justru tidak mampu menutupi operasional armada angkutan justru akan masalah baru.

“Para sopir dan pengusaha akan keberatan. Makanya harus ada penilaian dan kajian untuk itu,” ujarnya lewat sambungan telepon. Dimana usaha angkutan umum yang dilakoni para pengusaha selain memberikan pelayanan, dibawah pengawasan dinas perhubungan juga tentu mengharapkan berkembangnya usahanya.

Kendati demikian, menurut Naik, akan dipertimbangkan sesuai dengan tingkat kebutuhan. Akan menjadi perhatian pihak Pemko Pematangsiantar cq Dinas Perhubungan. “Kita sebagai mitra pengusaha angkutan umum, juga harus melayani masyarakat,” ujarnya.
sumber: http://medan.tribunnews.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *