WARGA DAN KARYAWAN KEBUN NYARIS BENTROK

Konflik Lahan Eks HGU PTPN2

BINJAI- Konflik lahan eks HGU PTPN2 Binjai kembali memanas. Puluhan warga dan karyawan perkebunan nyaris adu fisik Jumat (14/9) pagi pukul 09.00 WIB, di Jalan Pangeran Diponogoro, Kelurahan Tenggurono, Kecamatan Binjai Timur, yang menjadi objek sengketa.

Perselisihan dua kubu ini, ditenggarai ketidaksukaan warga di Tunggurono atas penanaman tebu yang dilakukan karyawan kebun. Soalnya, areal tersebut sudah ditanami tanaman ubi oleh warga.

Tak ingin tanaman ubi mereka dibabat, maka warga berusaha berusaha menghalaunya. Tidak terima akan aksi warga tersebut, karyawan perkebunan pun tak mau kalah dengan melakukan aksi perlawanan, hingga nyaris adu fisik antara dua kubu ini.

Untungnya, saat situasi sedang memanas karena kedua kubu sudah saling berhadapan, Polres Binjai turun langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan, sehingga bentrok fisik dapat dihindarkan.

Polres Binjai yang dipimpin AKBP Musa Tampubolon dengan dikawal petugas Brimob dari Detasemen A Binjai yang sudah dipersenjatai lengkap ini, langsung menghadang kedua untuk menjauh dari lokasi yang diperebutkan.

Hingga berita ini diturunkan sejumlah personel kepolisian masih tetap disiagaan di seputar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan yang terjadi. Sejumlah personel juga menginap di pos penjagaan di Simpang Jalan Gajah Mada Binjai yang berjarak sekitar 1 km dari lokasi sengketa.

Kapolsek Binjai Timur AKP Ismui membenarkan tentang sengketa lahan yang berujung nyaris terjadinya bentrokan antara warga dan karyawan perkebunan. “Memang benar warga datang ke lahan itu, karena tidak ingin tanaman mereka dicabut pihak perkebunan yang juga ingin menanam tebu. Namun, tidak sampai terjadi benturan fisik, karena kita langsung membubarkan keduannya. Kita datang ke sini hanya untuk mengamankan saja, tidak ada berpihak ke perkebunan maupun warga,” tegas Ismui.(ndi)
sumber: hariansumutpos

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *