WARGA BENGKULU KELUHKAN PELAYANAN PDAM

Sudah hampir empat hari air tidak mengalir ke rumah konsumen.

BENGKULU – Warga Kota Bengkulu kembali mengeluhkan pelayanan PDAM setempat karena hampir empat hari air tidak mengalir ke rumah konsumen.

“Sudah empat hari air tidak mengalir. Kami sampai kehabisan. Jangankan untuk mencuci pakaian, untuk mandi saja sudah tidak ada,” kata Ny Harti, warga Nusaindah, Kota Bengkulu, Jumat (14/9).

Ia menjelaskan, akhir pekan lalu air pun tak mengalir sekitar tiga hari. Kemudian, hanya Senin malam air mengalir cuma beberapa menit dengan kualitas cukup keruh.

“Kami tampung di bak dan esok pagi baru digunakan karena air bercampur lumpur,” terang dia.

Sejak hari itu, hingga kini air tidak mengalir lagi ke rumahnya sehingga harus meminta ke tetangga menggunakan ember, serta membeli air isi ulang menggunakan galon untuk keperluan memasaknya.

Warga lainnya, Feriawan pun mengeluhkan hal serupa bahwa pelayanan PDAM buruk karena tidak bisa mendistribusikan ke warga secara merata.

“Semestinya dilakukan penggiliran. Jangan sampai hampir empat malam air tidak mengalir. Kami pelanggan dan membayar lho. Satu bulan di atas Rp150 ribu,” terang dia.

Ia juga mempertanyakan dalam rekening PDAM adanya administrasi sebesar Rp13.780, dan untuk apa biaya tersebut. Sebab, pembayaran sekarang online melalui beberapa pihak termasuk PT Pos Indonesia yang mengutip jasa Rp1.500 sekali bayar.

Sementara itu, seorang petugas yang dihubungi melalui telepon 51435 mengatakan, tidak ada laporan gangguan pendistribusian ke lokasi yang dikeluhkan warga tersebut.

Mungkin, lanjut dia, karena Kelurahan Nusaindah merupakan daerah dataran tinggi, air yang dialirkan tidak merata sampai ke pelanggan. Namun, petugas itu pun segera melaporkan ke petugas pembagi air.

Sebelumnya, Kepala Bagian Hubungan Langganan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Bengkulu, Fajarudin AR mengatakan, keluhan sebagian besar terkait tidak lancarnya air ke rumah tangga pelanggan, karena kendala di instalasi dan di lapangan.

Pihaknya mengakui, gangguan kelancaran pasokan air ke rumah pelanggan masih terjadi karena berbagai faktor baik di instalasi maupun di lapangan.

“Gangguan itu antara lain karena aliran listrik, pompa macet, jebolnya sungai, dan kekeringan yang menyebabkan berkurangnya debit air,” kata dia.

Beberapa lokasi juga masih menggunakan pipa lama sehingga terjadi penyempitan yang mengakibatkan gangguan kelancaran aliran air.

Untuk mengatasinya saat ini PDAM menggunakan pipa tersier yang bukan terbuat dari besi dan mempunyai kelebihan tahan karat meskipun tidak tahan api.

Bagi pelanggan yang ingin menyampaikan pengaduan dipersilahkan datang ke PDAM atau menghubungi melalui nomor 51435.

Petugas selanjutnya akan mengecek ke lapangan untuk memeriksa apa yang menjadi keluhan pelanggan.
sumber : shnews

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *