TULANG TIGA KORBAN PEMBUNUHAN MASIH DIKUMPULKAN

[NIAS] Tulang tiga korban pembunuhan sadis masih dikumpulkan polisi dari lokasi pembuangan mayat di Dusun Hiliwaoya, Desa Gunung Tua, Kecamatan Tugala Oyo, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut). Ketiga korban pembunuhan itu merupakan warga asal Pancurbatu, Kecamatan Merek, Kabupaten Tanah Karo.

Ketiga korban masing – masing, Jimmy Girsang (53), Rugun boru Sialoho (45) dan Zega (56). Mereka dinyatakan hilang oleh keluarganya sejak 23 April 2012 kemarin. Polisi kemudian melakukan pencarian dengan melakukan pengecekan berdasarkan tiket pesawat keberangkatan ketiga korban saat menuju ke Nias.

“Dalam kasus pembunuhan ini sudah dua tersangka yang ditangkap, Rabu kemarin. Kedua tersangka itu adalah Yusman dan Aris Talaumbanua. Ada¬† tersangka lagi yang masih dikejar. Sebab, pelaku pembunuhan ini ada empat orang,” ujar Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Nias, AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto, Sabtu (15/9).

Mardiaz mengatakan, para tersangka itu mempunyai profesi sebagai tukang ojek di seputaran Bandara Bhinaka. Mereka diringkus dari tempat persembunyiannya di Desa Air Hitam, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Polisi mengetahui persaembunyian kedua tersangka ini berdasarkan penyelidikan.

“Tiga orang di antaranya sudah menanti kedatangan korban untuk menjemput di bandara tersebut. Mereka langsung membawa ketiga korban menuju Dusun Hiliwaoya. Pelaku yang menjemput yakni, Yusman Telaumbanua dan adiknya Aris Telaumbanua, kemudian langsung membantai ketiga korban bersama rekan _ rekannya yang sudah menunggu di tempat kejadian,” jelasnya.

Menurutnya, ketiga korban tewas akibat dihantam menggunakan benda keras seperti besi panjang, broti dan tusukan senjata tajam. Setelah mengetahui korbannya tewas, para pelaku langsung membuang jenazah ketiga korban ke dalam jurang dengan kedalaman sekitar 30 meter. Para pelaku langsung kabur setelah mengambil uang dan perhiasan.

“Jenazah ketiga korban ditemukan dalam kondisi tidak utuh lagi. Petugas menemukan mayat mereka dalam kondisi sudah menjadi tulang. Sebagian dari tulang belulang mereka pun sudah ada yang hilang. Diduga, tulang korban tidak utuh karena terbawa arus sungai. Sebab, di bawah jurang itu ada sungai dengan aliran yang lumayan deras,” sebutnya.

Kendati demikian, petugas tetap turun ke lokasi pembuangan mayat tersebut, guna mencari sebagian dari tulang korban. Tulang belulang korban yang ditemukan dari dalam jurang itu akan diteliti oleh ahli forensik, sehingga tidak salah saat diambil oleh keluarganya. [155]
sumber: suarapembaruan.

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *