POLISI GAGALKAN PENYELUNDUPAN MINYAK TANAH DI BENGKULU

MUKOMUKO–MICOM: Polres Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, mengamankan tiga ton minyak tanah bersubsidi yang akan diseludupkan dari Sumatra Barat ke Kota Bengkulu.

Kabag Ops Polres Mukomuko Ajun Komisaris Laba Meliala di Mukomuko, Kamis (13/9), mengatakan polisi juga mengamankan satu mobil dump truck bernomor polisi BA 9345 HA.

Dua tersangka yang ditahan karena diduga sebagai penjual dan pembeli adalah warga Kabupaten Padang Pariaman dan Pesisir Selatan, Sumatra Barat, yakni Nusar, 45, dan Fitriningsih, 35.

Meliala menyebutkan sebanyak 3 ton atau 3.000 liter minyak tanah yang dikemas dalam 86 jeriken isi 35 liter itu ditahan dan diamankan oleh polisi pada Minggu (9/9), depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mukomuko.

Ia menambahkan, agar tindakan penyeludupan itu tidak diketahui oleh polisi, kedua tesangka meletakkan puluhan jeriken minyak tanah subsidi itu dalam bak mobil paling bawah, di atasnya ditutup terpal dan diisi dengan karung ikan yang telah diasinkan.

“Modusnya minyak tanah itu diletakkan di bawah dan ikan asin di atas, namun kami sudah dapat informasi dari warga bahwa itu merupakan minyak tanah selundupan,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan tersangka yang diperoleh polisi, minyak tanah subsidi selundupan itu akan dibawa dan dijual kepada pedagang pengecer di Kota Bengkulu.

Fitriani mengaku membeli minyak tanah subsidi itu dari penyelundup lainnya dari Kota Padang. “Minyak itu dibeli oleh tersangka kepada penjual lainnya dari Kota Padang yang mengantar langsung ke desanya dengan harga Rp4.100 per liter, selanjutnya minyak tanah tersebut akan dijual kembali kepada pedagang pengecer di Kota Bengkulu dengan harga Rp4.400 per liter,” ujarnya.

Akibat perbuatan peyulundupan itu, kedua tersangka melanggar pasal 55 sub 53 huruf b dan d dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2011 tentang Migas, dengan ancaman hukuman penjara maksimal enam tahun.

Selain itu lanjutnya, kedua tersangka juga telah menyalahgunakan tata niaga miinyak subsidi dan atau pengangkutan dan niaga tanpa izin usaha. (Ant/OL-04)
sumber: http://www.mediaindonesia.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *