PEMERINTAH DIMINTA TAMBAH BBM SUMUT

MEDAN–MICOM: Anggota DPD RI utusan Sumatra Utara, Parlindungan Purba, menegaskan bahwa dirinya akan meminta pemerintah pusat segera menambah kuota bahan bakar minyak atau BBM untuk daerah Sumut yang semakin menipis.

“Kalau premium tinggal 400.000 kilo liter untuk empat bulan, mana mungkin cukup. Harus ada penambahan guna menghindari kekurangan BBM yang bisa berdampak negatif di tengah masyarakat,” katanya, di Medan, Jumat (14/9).

Solusi dengan cara membatasi melalui arahan agar konsumen menggunakan pertamax dalam waktu relatif singkat pada akhir tahun ini dinilai tidak mungkin bisa terwujud.

“Satu-satunya cara adalah dengan menambah kuota sejalan dengan upaya penekanan penyalahgunaan BBM dan konsumsi yang tidak tepat,” kata Parlindungan yang menjabat Wakil Ketua Komite II DPD RI itu.

Kalau memang harus ada permintaan penambahan kuota itu dari Pemerintah Provinsi Sumut ke pemerintah pusat, maka langkah itu akan dibicarakan DPD RI ke Pelaksana Tugas Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho dan termasuk DPRD Sumut.

DPD RI memaklmi perlunya pengurangan subsidi untuk BBM, tetapi harus dilakukan dengan cara perlahan.

“Tidak bisa dengan cepat, apalagi pro dan kontra tentang besaran subsidi BBM itu masih belum reda di tengah masyarakat,”katanya.

Assistant Customer Relation Fuel Retail Marketing Region I Marketing and Trading Directorate PT Pertamina, Sonny Mirath, Rabu (13/9), mengakui kuota premium Pertamina untuk Sumut tahun ini tinggal sedikit atau 400.000 kiloliter dari jatah sebanyak 1,4 juta kiloliter.

Dia mengatakan, hingga 31 Agustus 2012, penyaluran premium sudah 1 juta kiloliter dan solar 744.533 kiloliter dari kuota dari pemerintah masing-masing sebanyak 1,4 juta kiloliter untuk premium dan solar 964.000 kiloliter.

“Kuota yang menetapkan pemerintah dan Pertamina menyalurkan,” katanya.

Meski tinggal sedikit, Pertamina berupaya menjaga penyaluran berjalan lancar dengan melakukan kebijakan sesuai ketentuan pemerintah.

“Soal stok BBM sendiri cukup aman,” katanya.

Stok premium di lima Terminal BBBM di Sumut misalnya ada sebanyak 30.000 kiloliter dan solar sejumlah 25.000 kiloliter.

Stok itu cukup untuk 6-8 hari sehingga cukup aman, apalagi hingga dewasa ini tidak ada kendala dalam suplai BBM ke terminal BBM. (Ant/OL-3)
sumber: http://www.mediaindonesia.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *