OKNUM POLISI PEMILIK NARKOBA RP3,9 MILIAR DITANGKAP

Sepucuk Senjata Api FN USA Disita

Medan-andalas Aiptu MH alias Husin (36), oknum polisi yang diduga sebagai pemilik 1,9 kilogram narkotika jenis sabu-sabu dan 620 butir pil ekstasi serta sepucuk senjata api AK-56, granat berikut 146 butir peluru AK dan FN, akhirnya ditangkap petugas Reserse Narkoba Polresta Medan.

Husin ditangkap di salah satu restoran cepat saji di kawasan Jalan Medan – Binjai Km 13, Medan, Kamis (13/9) sekira pukul 23.00 WIB. Darinya, petugas menyita sepucuk senjata api FN USA.

“Penangkapan ini merupkan pengembangan tersangka HS alias Andri (30) warga Perumahan Elite Rajawali Blok C-4, Kelurahan Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal dan R alias Nining (23) warga Jalan Gaperta Ujung Komplek ACM Blok C, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia,” kata Kapolresta Medan Kombes Monang Situmorang dalam keterangan persnya, Jumat (14/9).

Didampingi Kasat Res Narkoba Polresta Medan Kompol Dony Alexander SIK, Monang menjelaskan bahwa keberadaan tersangka diketahui dari hasil penyelidikan anggotanya.

Begitu mengetahui tersangka di salah satu restoran cepat saji di Jalan Medan Binjai KM 13, sejumlah personel Unit II Reserse Narkoba Polresta Medan dipimpin Dony Alexander langsung menuju sasaran.

“Jadi begitu melihat tersangka berada di dalam restoran sedang makan, anggota kita langsung melakukan penangkapan. Saat dilakukan penggeledahan, dari pinggang sebelah kanan tersangka

didapat sepucuk senjata api laras pendek FN. Selanjutnya guna dilakukan proses selanjutnya, tersangka berikut barang bukti kita boyong ke Mapolresta Medan,” papar Monang.

Sementara itu Dony Alexander mengatakan bahwa tersangka Husin mengaku sabu dan ekstasi itu milik temannya di Aceh. “Terhadap orang dimaksud masih kita lakukan pengejaran,” kata Dony.

Terkait asal sabu dan ekstasi, mantan Kapolsek Medan Baru itu belum dapat memastikan berasal dari mana karena pihaknya masih melakukan penyidikan. “Yang jelas pengakuannya milik temannya di Aceh,” tukas Dony.

Untuk senjata api AK-56 berikut magazen, granat, dan peluru, diakui tersangka memang miliknya. Tersangka mengatakan bahwa senjata itu untuk koleksi dan bukan diperuntukkan berbuat kejahatan,” ujar Dony.

Aiptu Husin diketahui sebagai pemilik narkoba senilai Rp3,9 miliar dari pengakuan tersangka Nining, istrinya yang terlebih dahulu ditangkap pada Senin (10/9) lalu. Dalam pemeriksaan tersangka Nining mengaku bahwa barang bukti 1,9 kilogram sabu-sabu, 620 butir pil ekstasi berikut senjata api AK-56, granat, dan 146 butir peluru itu milik suaminya, Husin.

Tersangka Nining sendiri ditangkap dari pengembangan tersangka Andri, salah seorang sindikat peredaran narkoba yang dikendalikan Aiptu Husin. Andri ditangkap di depan Grand Leberty, Jalan Putri Hijau, Medan, saat akan menjual sabu-sabu milik Apitu Husin kepada pelanggannya di Jalan Sekata, Medan.

Dari tersangka Andri, petugas Reserse Narkoba Polresta Medan menyita barang bukti 3 bungkus plastik sabu-sabu seberat 32 gram dengan rincian, 1 bungkus berisi 25 gram, 5 gram, dan 2 gram.

Selain sabu turut disita dari tersangka Andri, satu timbangan elektrik, handphone, dan tas sandang.

Terkait pengungkapan ini, petugas Reserse Narkoba Polresta Medan mengaku masih terus melakukan pengembangan. “Tim masih terus melakukan pengembangan mencari orang yang disebut tersangka Husin sebagai pemilik,” tegas Dony.

Mengaku Pengusaha

Terpisah, adik tersangka Nining saat ditemui wartawan di rumah kakaknya di Jalan Gaperta Ujung Kompleks ACM Blok C2, Kelurahan Tanjung Gusta, Medan Helvetia, Rabu (12/9) lalu mengaku bahwa keluarganya tidak mengetahui kalau Husin seorang anggota polisi. Kepada keluarga istrinya Nining, Aiptu Husin mengaku seorang pengusaha asal Medan.

“Dia mengaku sama keluarga kami bahwa dirinya seorang pegusaha di Medan, ternyata dia seorang polisi. Hanya itu yang saya tahu. Kalau mau lebih jelasnya, tanyakan saja kepada kakak saya yang sudah ditangkap polisi,” kata adik Nining yang tidak mau menyebutkan namanya.(HER)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *