KORBAN PEMBANTAIAN SEPUPU TERUS MENANGIS

MEDAN-Nazwa, bocah delapan tahun yang selamat dari pembantaian oleh sepupunya, Immanuel dan kawan-kawan, Rabu (12/9) sekitar pukul 20.00 WIB lalu, masih trauman

Pasalnya, selama dirawat di RS Siti Hajar, sisiwi kelas II SD ini sering menangis kala mengingat kejadian yang dialaminya. Apa lagi, setelah dia menyadari jika ibu kandungnya telah meninggal dunia.

Terang saja keadaan ini mengharuskan keluarga untuk memindahkan sang bocah ke Rumah Sakit Colombia Asia.

“Supaya dia lebih tenang maka keluarga memutuskan untuk memindahkan dia (Nazwa) ke RS Colombia Asia Rabu (13/9) malam,”ujar Romi, paman korban.
Romi mengaku, selama mendapatkan perawatan di RS Columbia Asia, kondisi Nazwa terus mengalami perkembangan yang baik. “Sebelumnya dia memang terlihat banyak diam dan lebih sering menangis. Tapi hari ini (Kamis 14/9) Nazwa sudah mulai tenang dan semakin membaik,” ujarnya.

Humas RS Columbia Asia Medan, Dewi Harlina saat dikonfirmasi menegaskan, jika pasien atas nama Nazwa telah mendapatkan perawatan di RS Columbia Asia. Hanya saja dirinya belum bisa menjelaskan perkembangan kesehatan Nazwa.

“Memang benar pasien atas nama Nazwa saat ini tengah dirawat di RS Colombia Asia. Namun karena  belum bertemu tim medis kita belum bisa menjelaskan perkembangan kesehatan pasien tersebut,”ucapnya.

Dewi juga mengakui, jika keluarga pasien belum ingin dikonfirmasi untuk dimintai keterangan.
“Sebelumnya kita sudah pertanyakan kepada keluarga pasien dan pengacaranya. Apakah nantinya mau dikonfirmasi jika ada media yang ingin bertanya? Tapi keluarga mengaku belum siap. Ini juga kita lakukan untuk menjaga ketenangan pasien agar tidak terganggu dan merasa nyaman dalam proses pengobatannya,” terang Dewi.

Meskipun awalnya tidak mendapatkan jawaban pasti dari manajemen rumah sakit mengenai perkembangan Nazwa.
Namun wartawan berhasil mengkonfirmasi Prof Chairul Yoel SpA (K), dokter yang menangani Nazwa.
Dalam kesempatan itu, Chairul membenarkan jika kondisi Nazwa semakin membaik.

Untuk perawatannya,bilang Chairul, masih sebatas konservatif atau menggunakan obat-obatan tanpa melakukan bedah.

“Sebelumnya memang tim medis berencana untuk memberikan perawatan di ruang Intensif Care Unit (ICU). Namun karena kondisi dia (Nazwa) bagus, kita hanya merawat secara konservatif, dan rencanannya dia nanti akan mendapatkan perawatan di lantai VI,”ujarnya.

Dari amatan wartawan, Chairul melihat ada puluhan luka kecil di beberapa bagian tubuh Nazwa. Ini diakibat dari tusukan benda tajam yang dialami bocah tersebut. “Karena luka yang dialaminya berbentuk lubang kecil mungkin dia ditusuk dengan senjata tajam yang ujungnya runcing dan kecil,”terang Chairul mengakhiri.

Sebagaimana diketahui, Nazwa merupakan korban selamat dari pembantaian yang dilakukan abang sepupu bersama ketiga temannya. Hanya saja, tragedi tersebut masih menyisakan luka mendalam bagi Nazwa. Tidak hanya  mengalami trauma. Nazwa juga harus rela kehilangan orang yang paling dicintainya. Tak mampu berbuat banyak dikarenakan usianya yang begitu belia.

Saat itu Nazwa hanya bisa pasrah menyaksikan ibu kandungnya, Nuryati (33) meregang nyawa di bawah tangga, kediaman mereka. Beruntungnya kepolosan dan keberanian sang bocah jualah menyebutkan nama pelaku. Sehingga meringankan petugas kepolisian mengungkap tabir pembantaian tersebut. (uma)
sumber: hariansumutpos

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *