KAPOLRES NIAS DISERANG GEROMBOLAN TAWON

Saat Mencari Tiga Jasad Korban Pembunuhan di Jurang

Gunung Sitoli-andalas Kepala Kepolisian Resor Nias AKBP Mardiaz K Dwihananto SIK MHum bersama sejumlah anggotanya yang tengah mencari tiga jasad korban pembunuhan di jurang kawasan Dusun Gunung Tua, Kecamatan Tugala Oyo, Kabupaten Nias Utara bersama sekitar 80 anggotanya diserang gerombolan lebah (tawon), Jumat (14/9).

Mendapat serangan tawon yang tiba-tiba itu Kapolres Nias dan semua anggotanya langsung  lari tunggang langgang. Namun gerombolan serangga terbang jenis ordo hymenoptera itu  seolah tak peduli dengan terus mengejar dan menyerang mereka.

Akibat serangan itu sebagian tubuh Perwira Menengah (Pamen) Polri yang pernah menjabat Kasat I Tindak Pidana Umum (Tipidum) Direktorat Reserse dan Kriminal Polda Sumatera Utara terluka akibat sengatan. Bahkan jari-jari tangannya yang tersengat, hingga sore hari belum bisa dilipat akibat mengalami pembengkakan.

Sengatan lebah sendiri biasanya kerap menyebabkan ruam pada kulit dan mual. Namun sengatan lebah yang berulang bisa menyebabkan kondisi yang serius.

Imbas dari peristiwa itu, pencarian ketiga jenazah korban pembunuhan sempat dihentikan sejenak. Pencarian dilanjutkan setelah petugas berhasil menghalau gerombolan tawon itu.

Dalam kondisi terluka akibat sengatan gerombolan tawon, AKBP Mardiaz bersama tim-nya dari Satpolair, Intelkam, Reskrim, dan Sabhara Polres Nias melanjutkan penyisiran lokasi.

Setelah melalui berbagai rintangan karena medan cukup berat, termasuk menghadapi serangan gerombolan tawon, tim gabungan Polres Nias yang dipimpin langsung Kapolres akhirnya berhasil menemukan ketiga jenazah korban pembunuhan itu pada sekitar pukul 14.00 WIB. Namun kondisi jenazah ketiga korban pembunuhan,

Kolimarinus Zega (56), Jimmy Girsang (53) warga Desa Pancur Batu, Kecamatan Merek, dan Rugun Br Haloho (43) warga Desa Naga Lingga, Kecamatan Merek, Kabupaten Tanah Karo itu sudah tidak utuh lagi alias tinggal tulang belulang.

Pasalnya, ketiga korban yang datang ke Nias untuk membeli tokek itu dibunuh kawanan perampok dan mayatnya di buang ke dalam jurang sejak 23 April 2012 lalu. Guna dilakukan otopsi ketiga jenazah korban dievakuasi ke rumah sakit umum daerah setempat.

Sementara itu dalam kasus pembunuhan berencana itu, petugas Reserse dan Kriminal Polres Nias telah menangkap dua orang tersangka masing-masing, Yusman Telaumbanua alias Ucok alias Jonius alias Doni dan Aries Telaumbanua alias Ama Gamawa.

“Mereka kami tangkap di kawasan Air Hitam, Kecamatan Satu Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, Rabu (12/9) sekira pukul 12.00 WIB. Peran kedua tersangka yang memberitahukan keberadaan ketiga korban kepada pelaku lainnya,” kata Mardiaz kepada andalas.

Sebelumnya ketiga korban datang ke Nias untuk membeli tokek. Mereka berangkat dari Medan melalui Bandara Polonia, Senin 23 April sekira pukul 13.00 WIB dan tiba di Bandara Binaka Gunung Sitoli sekira pukul 14.30 WIB.

Menurut keterangan pihak keluarga, korban ke Nias membawa uang Rp40 juta. Uang tersebut diperuntukkan membeli tokek.    Korban Kolomarinus sempat menghubungi anaknya, untuk memberitahukan bahwa mereka sudah sampai di Bandara Binaka. Setelah itu, para korban menuju Desa Humene Sineasi, Kecamatan Tugala Oyo dengan RBT.

Pada pukul 21.00 WIB, Kolomarinus Zega kembali menghubungi anaknya bahwa mereka sudah kesasar dan belum sampai di Desa Humene Sineasi. “Sejak itulah, kontak antara Kolomarinus Zega dengan anaknya terputus. Ketiganya pun dilaporkan hilang,” jelas Mardiaz.

Namun setelah diselidiki, ternyata ketiga korban bukan hilang atau kesasar. Mereka ternyata dibunuh perampok. Hasil penyelidikan, kami dapat mengidentifikasi identitas para pelaku dan menangkap dua dari mereka,” tambah Mardiaz.

Terhadap para tersangka dijerat dengan pasal 340 Subs Pasal 338 dan atau pasal 365 yo Psl 55, Psl 56 KUHPidana karena turut serta dengan sengaja dan dengan direncanakan menghilangkan jiwa orang lain dan atau pembunuhan dan atau melakukan pencurian dengan kekerasan.(HER)
sumber : harianandalas

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *