GAGAL MERAMPOK, KEPONAKAN TEGA BUNUH BIBI

MEDAN, KOMPAS.com – Imanuel Pranata Barus (16), warga Jalan Cempaka XIV No.3-B, Kelurahan Padang Bulan Selayang II, Kecamatan Medan Selayang, tega menghabisi nyawa bibinya sendiri, Nuryanti (32), warga Jalan Bunga Cempaka No. 30, Kelurahan Padang Bulan Selayang-II, Medan Selayang.

Selain Nuryanti, pelaku juga menusuk adik sepupunya, Nazwa Aisyah Putri Barus hingga kritis akibat luka tusukan. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (12/9/2012).

Kapolsek Sunggal AKP Bachtiar Marpaung mengatakan, motif pembunuhan yang dilakukan pelaku adalah murni ingin merampok, dan Imanuel adalah otak pelakunya. Dalam aksinya, Imanuel dibantu tiga temannya, masing-masing Satria Syahputra (18), Sugi Herman alias Gebot (21), dan Nanang Setiawan (16), ketiganya warga Kelurahan Padang Bulan.

“Dia telah melakukan tindak pidana sengaja menghilangkan jiwa orang lain dengan direncanakan dan penganiayaan dengan kekerasan, maka para pelaku dikenakan Pasal 340 jo Pasal 338 jo 351 ayat 3 KUHPidana,” kata Kapolsek, Kamis (13/9/2012).

Informasi di kepolisian menyebutkan, Imanuel dan tiga temannya dengan berbekal dua buah pisau dan kawat mendatangi rumah korban dengan maksud merampok. Rencananya, hasil rampokan akan digunakan untuk membayar biaya ganti rugi korban yang ditabrak Imanuel dengan sepeda motornya seminggu lalu.

Saat itu, korban sedang berada di rumahnya bersama anaknya, Nazwa, dan akan berangkat ke rumah mantan suaminya, Ir Perdamenta Barus, untuk menjemput Ismail Barus (11), putranya seorang lagi. Para pelaku berpura-pura ingin bertamu ke rumah korban. Tanpa curiga, korban pun membukakan pintu. Ketika pintu terbuka, para pelaku langsung membekap mulut korban dan menyeretnya ke dalam rumah.

Imanuel menikam pundak korban, sementara yang lainnya menusuk anak korban hingga beberapa kali. Melihat Nazwa sudah bersimbah darah, tiga teman pelaku melarikan diri. Sementara Imanuel masih beringas menusuk Nuryanti yang notabene bibinya sendiri. Setelah itu, Imanuel pun meninggalkan korban yang sudah tidak berdaya.

Peristiwa pembunuhan itu diketahui setelah mantan suami korban, Perdamenta menghubungi Nuryanti dan anaknya melalui telepon, namun tidak ada yang menjawab. Karena penasaran, Perdamenta mendatangi rumah korban, dan terkejut melihat korban dan anaknya sudah bersimbah darah.

Saat itu, Nazwa sempat menyebutkan nama Nuel pada ayahnya, lalu pingsan. Mendengar ucapan anaknya, Perdamenta menghubungi Polsekta Sunggal. Nuryanti sempat dilarikan ke RS Elisabeth Medan, sayang nyawanya tidak tertolong lagi. Sedangkan Nazwa masih dirawat di RS Siti Hajar dengan kondisi kritis.

Selang satu jam kemudian, polisi berhasil meringkus pelaku tanpa perlawanan berikut barang bukti berupa 2 bilah pisau, serbet, dan baju berlumuran darah di kediamannya.
sumber: kompas

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *