HITUNGAN DETIK, SAPU 72 RUMAH

Puting Beliung Hantam 3 Desa di Sergai, 1 Tewas

TEBINGTINGGI-Angin puting beliung meluluhlantahkan tiga desa di kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Rabu petang (12/9). Tiga desa itu, Desa Paya Lombang, Desa Kuta Baru dan Desa Paya Mabar, Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Serdangbedagai. Sejumlah warga mengalami trauma dan ketakutan dalam bencana alam itu. Ditambah lagi sejumlah anak-anak di tiga desa tersebut mengalami luka-luka, seorang diantaranya tewas.
Suparman (40) dan istrinya Kartina (38) warga Gang Ikhlas Dusun I Desa Paya Lombang Kecamatan Tebingtinggi, Sergai pasrah dengan kondisi rumahnya yang ambruk total diterpa angin puting beliung.

Menurutnya, peralatan rumah tangga mulai dari peralatan dapur, tempat tidur, barang-barang elektronik dan sepeda motor tidak sempat diselamatkan. Seluruhnya tertimpa bangunan runtuh.”Bisa selamat nyawa kami sekelurga saja kami sudah bersyukur pak, angin dengan kekuatan dahsyat langsung merobohkan rumah kami.Semuanya rusak, tinggal baju melekat di badan,” ujar Suparman dengan sedih kepada Sumut Pos, Kamis siang (13/9).

Suparman menceritakan, sore itu dia berada di ladang. Sementara istri dan anaknya di rumah. Melihat langit mendung dengan awan hitam, Suparman memilih bergegas pulang ke rumah. Berjarak sekitar 20 meter hendak masuk ke dalam rumah, Suparman melihat gumpalan putih seperti salju menggulung di udara mendekatai rumahnya. “Aku berteriak kepada seluruh isi rumah dan warga sekitar, warga berhamburan keluar dan dalam waktu beberapa detik angin putih menyapu rumah hingga ambruk rata dengan tanah,”jelasnya.

Menurut Suparman,warga di sini sangat membutuhkan air bersih,selimut dan makanan,warga yang rumahnya rusak parah mengungsi di rumah kerabat hanya membawa baju di badan.
Parman merasa kecewa dengan pihak Pemkab Serdangbedagai terkesan lambat memberikan bantuan kepada warga dan hingga kamis siang,warga belum menerima bantuan apapun dari Pemkab.

Kata korban, Juanda (31), dia dan istrinya Samina (28) dan anaknya, Silfa Dwiyanti (6) mengalami luka di bagian kepala. Kini sudah mendapatkan perawatan medis. “Tidak menyangka bencana itu datang secepat kilat,angin puting beliung dengan kecepatan dasyat langsung menghancurkan puluhan rumah warga,”kata Juanda.

Amatan Sumut Pos dilapangan terlihat anggotan TNI Koramil 24/TT.SB melakukan evakuasi barang-barang warga yang masih bias diselamatkan.
Menurut Danramil 24 Kaften Ifantri Juswadi Barus pihaknya menurunkan anggota TNI ke lokasi kejadian untuk membantu para warga korban bencana angin puting beliung.

Tercatat,korban meninggal dunia, atas nama Hariono (14) warga Dusun X, Desa Paya Lombang Tebingtinggi Sergai. Hariono tewas tersambar petir ketika mencari rumput dan mengembala kambing di areal perkebunan sawit milik PTPN3 Sei Periok, Rambutan. Bukan itu saja,kerusakan rumah milik warga menimpa tiga desa akibat bencana puting beliung mencapai 72 unit rumah. Desa Paya Lombang kerusakan mencapai 63 unit,Desa Paya Mabar 4 unit rumah dan Desa Kuta Baru sebanyak 5 unit rumah. Kondisi kerusakan, 31 unit rumah rusak berat dan 41 unit rumah rusak sedang.

Bupati Sergai T Ery Nuradi didampingi Wakil Bupati, Soekirman memberikan sejumlah kebutuhan pokok semboko untuk warga yang tertimpa bencana.(mag-3)
Korban Angin Puting Beliung di Sergai

Meninggal Dunia Hariono (14) warga Dusunu X Desa Paya Lombang.
Patah kaki, Nurlia Aritonang (39) warga Dusun XIII Sei Pinang, Rara (5) warga Dusun XIII Seipinang.
Luka-luka lainnya, Andrian (9) warga Dusun XIII,Seipinang
Rani (9) warga Dusun II Desa Paya Lombang
Dandi Irawan (12) warga Dusun XIII Seipinang Paya Lombang
Dwiyanti (6) warga Dusun I Paya Lombang
Sainiah (43) warga Dusun I,Desa Paya Mabar mengalami luka robek dibagian punggung.
sumber: http://www.hariansumutpos.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *