PEMKAB BIREUEN SHOOTING FILM DOKUMENTER DI LOKASI TERNAK SAPI

Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Bireuen, Fachrurrazi SP beserta rombongan berkunjung ke sentra produksi peternakan milik Lembaga ACDK di Alue Naga Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen, Minggu (9/9).

Kunjungannya bersama Staf BP2KP Bireuen M Sufi serta rombongan didampingi Ketua KIP Bireuen Mukhtaruddin SH MHum, Wakil Ketua PDI-Perjuangan Kabupaten Bireuen, Bahrun Akhmad dan sejumlah wartawan ke lokasi pengembangan ternak tersebut disambut ketua petugas lapangan Muhammad Yani, Ketua Kelompok ternak Sayuti Hanafiah, Ketua Lembaga ACDK Saifuddin A Gani, Pembina Lembaga ACDK Tarmizi Ace (Mukarram), Manajer ACDK Idris Kasem sekaligus membawa ke lokasi pengembangan ternak yang luasnya berkisar 350 hektar.

Fakhrurrazi kepada andalas menyebutkan, kunjungannya ke sentra pengembangan sapi Peternakan Lembaga ACDK di kawasan Alue Naga Pinto Rimba Kecamatan Peudada Bireuen itu, selain untuk melakukan shotting film dokumenter juga menginventarisir pengembangan ternak milik Lembaga ACDK (non pemerintah) juga melihat sejauhmana pengembangan ternak yang dikelola mereka.

Dijelaskan, pihaknya sangat terkesan dengan tehnis pengelolaan ternak yang dilaksanakan Lembaga ACDK dengan manajemen yang baik serta adanya pengembangan, walaupun masih banyak kendala-kendala namun sepertinya pengelolanya memang bekerja keras dengan kekompakan dan professional.

Dari segi potensi pihaknya sangat mendukung, karena yakin dengan pengeloaan yang baik dan professional pengembangan ternak sapi lebih cepat. Namun, masih relatif kurang sarana lainnya untuk fasilitas yang dibutuhkan.

Sementara Pembina ACDK Tarmizi Age menyebutkan, dalam upaya mencukupi kebutuhan swasembada daging sapi Bireuen pada 2014 bukanlah suatu perbuatan yang mudah.

Terlebih lagi diperlukan pengelola yang professional dan memang ahlinya dalam peningkatan pengembangan populasi ternak, terutama ternak sapi melalui penyediaan bibit yang cukup demi menekankan potensi pengembangan sumber daya ternak Sapi Bali dan lokal yang dimiliki oleh rakyat.

Kebijakan yang telah diambil oleh pemerintah dalam penetapan Kabupaten Bireuen sebagai pusat pelestarian dan pemurnian serta pengembangan ternak, ACDK Tarmizui Age menyebutkan, sangat tepat karena mengacu kepada potensi riil Aceh, kususnya di kawasan Rantau Panyang Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen dan kawasan Alue Naga Peudada Bireuen karena dua kawasan itu sangat menunjang pengembangan ternak dimasa mendatang.

Pelaksanaan peningkatan produksi ternak bibit yang berkualitas dan berkelanjutan khususnya Sapi lokal Aceh dan Sapi Bali, memang dibutuhkan pengelola dan petugas yang sudah professional bidang tersebut dan Tarmizi Age menyatakan, pihak Lembaga ACDK sudah siap untuk itu.

Disebutkan, dalam pencapaian hasil dari pengembangan ternak di Kabupaten Bireuen perlu mencari win-win solution antara peternak dan pelaku usaha, serta memberikan penghargaan kepada peternak dan pelaku usaha dalam mendukung sub sektor peternakan yang merupakan salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat Aceh sekaligus diupayakan kawasan wisata ternak di Aceh.

Ditambahkan, lembaga ACDK adalah sebuah lembaga non pemerintah untuk membantu menumbuhkembangkan perekonomian Aceh dengan tetap menerapkan konsep mawáh dengan meudua laba (bagi hasil) yang merupakan adat resam yang berlaku di Aceh sejak dahulu.

Sementara itu, Ketua Kelompok Ternak Sayuti Hanafiah didampingi petugas lapangan Muhammad Yani menjawab andalas menyebutkan, jumlah sapi yang dikelola pihaknya saat ini berjumlah 70 ekor dengan jumlah sapi Bali 26 ekor dan 42 ekor lainnya sapi local dan ditambah dengan sapi paket perluasan areal tanaman rumput (ATR)  2 ekor.

Menurut Sayuti, pihaknya berusaha dengan maksimal bersama manajer ACDK, Pembina Tarmizi Age dan Pengurus ACDK yang diketuai Saifuddin A GAni bersama pengurus dan anggota ACDK dengan kekompakan mengelola ternak dengan manajemen yang baik dan professional.

Menjawab andalas tentang hambatan yang mereka hadapi selama ini Sayuti menyebutkan, menyangkut tentang masalah insfrastruktur seperti jalan menuju lokasi masih sulit dilalui kendaraa. Apalagi di kala musim hujan karena masih alami dan rusak serta sempit.

Harapan mereka kepada pemerintah untuk tetap mendukung kegiatan mereka yang memang bertujuan, mensejahterakan rakyat sesuai dengan harapan pemerintah dan merekaq juga diberikan kesempatan bermitra untuk mengelola peternakan kawasan Rantau Panyang Juli milik Pemda Bireuen itu yang kini tampaknya. (HERA)
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *