BIDAN DESA DIDUGA REKAYASA KLAIM PESERTA JAMPERSAL

Pangkalan Brandan-andalas Untuk mempercepat pencapaian Milenium Developmen Goal (MDGs) tahun 2015, atau untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, tahun 2011, Kementerian Kesehatan RI, meluncurkan program jaminan persalinan (Jampersal).

Tujuannya, untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan dan pelayanan nipas ibu oleh tenaga kesehatan, juga meningkatkan cakupan pelayanan bayi baru lahir termasuk didalamnya cakupan pelayanan KB pasca persalinan. Demikan diungkapkan salah seorang pemerhati kesehatan di Langkat, Gunawan BE kepada wartawan di Stabat, kemarin.

“Namun, dalam pelaksanaannya di lapangan, program Jampersal tidak berjalan baik, dengan segala cara para oknum Bidan Desa (Bides) Puskesmas Desa Lama Kecamatan Sei Lepan, Langkat ada yang nakal danĀ  berani merekayasa klaim pesertanya untuk meraup keuntungan,”tuding Gunawan.

Salah satu bukti rekayasa klaim Jampersal tersebut diduga dilakukan salah seorang petugas Puskesmas Desa Lama, Z, bidan desa di Desa Lama, menolong kelahiran (partus) anak pertama salah seorang ibu muda warga Stabat, Fika (22) yang melahirkan di Rumah orang tuanya di Kelurahan Alur Dua, Kecamatan Sei Lepan, awal Juli lalu.

Dari Fika, Z memungut biaya persalinan Rp 600 ribu, setelah itu Z juga meminta fotocopy KTP, surat nikah, KK serta fotocopy KK tetangga terdekat Fika, dengan alasan untuk mengurus akte kelahiran anak Fika.

Diduga fotocopy KTP Fika dan fotocopy lain, yang diduga akan direkayasa Z, untuk mendapatkan dana klaim peserta Jampersal yang nominal per orang Rp 640 ribu.

Mulusnya praktik KKN yang diduga dilakukan Z, lemahnya evaluasi usulan rencana kerja (Plant of Action/POA) Puskesmas Desa Lama, memudahkan para bidan desa, termasuk Z, mendapatkan kucuran dana klaim persalinan.”Untuk menyelamatkan uang negara yang bersumber dari uang rakyat diminta pihak Kejaksaan mengusut dugaan praktik KKN dilakukan Z,” tegas Gunawan.

Sementara, Kepala Puskesmas, Desa Lama Marthalena Sembiring SKM, dikonfirmasi melalui ponsel, Senin (10/9) mengatakan, uang yang diterima Z dari Fika sudah dikembalikan sebanyak Rp 125 ribu, sedangkan Rp 425 ribu untuk biaya persalinan.(DIN)
sumber : http://harianandalas.com

 

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to BIDAN DESA DIDUGA REKAYASA KLAIM PESERTA JAMPERSAL

  1. midha says:

    klem jampersal di puskesmas saya cuma Rp. 350.000 saja yang turun ke bidan desa,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *