DUGAAN PROYEK FIKTIF DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN TANJUNG BALAI HARUS DIUSUT

Tanjung Balai-andalas Sejumlah elemen masyarakat di Kota Tanjung Balai, mendesak Kejaksaan Negeri setempat segera mengusut dugaan proyek fiktif pada Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Pemko Tanjung Balai, yang menelan dana ratusan juta pada APBD Tahun Anggaran 2012.

Di antaranya program peningkatan ketahanan pangan (pertanian dan perkebunan) senilai Rp 437 juta. Program pasca panen dan pengolahan hasil pertanian Rp 37 juta. Pegembangan intensifikasi tanaman padi dan palawija Rp 300 juta, serta program peningkatan pengembangan teknologi pertanian dan perkebunan.

Hal itu ditegaskan Wakil Sekretaris Lembaga Pemantau Penyelenggara Pemerintah-Negara Kesatuan Republik Indonesia (LP3-NKRI) wilayah Tanjung Balai-Asahan, Taufik Akbar Nasution kepada wartawan, Senin (10/9).

Menurut Nasution, sejumlah proyek pengadaan di Distanak Pemkot Tanjung Balai diduga tidak melalui mekanisme sebagaimana termaktub dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang/jasa.

Sebagaimana diketahui wilayah pertanian dan perkebunan di Kota Tanjung Balai tidak begitu luas dibanding wilayah pertanian daerah lain di Sumatera Utara. Namun, anggaran yang dikeluarkan untuk pertanian di Tanjung Balai sangat tidak masuk akal sehingga muncul asumsi miring, yakni dugaan terjadinya praktik mark-up.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Tanjung Balai, Ir Endang R Lubis melalui Saut Napitupulu mengatakan, pihaknya akan mempertemukan antara wartawan dan kontraktor. Dari hasil pertemuan tersebut dikatakan, proyek itu tidak fiktif dan masih dalam pengerjaan. Lokasi proyek tersebut berada di sekitar Kecamatan Sei Tualang Raso. Namun, hasil investigasi wartawan di daerah tersebut tidak terlihatĀ  tanda-tanda proyek sedang dilaksanakan.

Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Tanjung Balai Hj Artati SE kepada andalas mengatakan, jika memang terbukti benar, pihaknya akan mempertanyakan hal itu kepada Kadistanak dalam RDP (Rapat Dengar Pendapat). “Masalah yang sudah masuk ke ranah hukum silahkan saja melapor ke Kejaksaan,” ujarnya.(FN)
sumber : http://harianandalas.com

 

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *