WARTAWAN DIANCAM PISAU, SEPEDA MOTOR DIRAMPOK

Aksi 46 Geng Motor di Kota Medan

MEDAN- Keresahan masyarakat khususnya Kota Medan kian terusik dengan keberadaan segerombolan pengendara sepeda motor atau yang dikenal dengan Geng Motor. Perkembangan geng motor kian pesat diwilayah hukum Polresta Medan, tercatat ada 46 geng motor dari berbagai wilayah Kota Medan yang kerap beroperasi dan melakukan tindak kejahatan seperti perampokan dan penganiayaan. Data tersebut diperoleh dari Satuan Intelkam Polresta Medan, Jumat (7/9).

Sejarah perkembangan geng motor di Kota Medan berawal dari adanya kelompok-kelompok pengendara bermotor yang sering melakukan aksi balapan liar seperti di Griya dan Pasar VIII Padang Bulan. Kelompok ini dulunya terbilang meresahkan, namun keresahan yang diciptakan hanyalah sebatas penggunaan jalan raya untuk arena balapan liar. Tak jarang kelompok ini melakukan aksi kejahatan jalanan seperti dilakukan Geng Motor saat ini.

Namun beberapa tahun belakangan, teradopsi dari kelompok pengendara bermotor di Kota Bandung yang kerap melakukan aksi brutal, Geng Motor mulai lahir dan tumbuh di Kota Medan. Lahirnya kelompok ini bukan dengan mudah, diperlukan keberanian mental untuk bisa menjadi anggotanya. Perekrutannya pun terbilang sulit, dimana anggota baru dilatih untuk bersikap anarkis. Seperti yang dilakukan oleh kelompok Geng Motor Kota Kembang Bandung, demikian pula lah perekrutan yang dilakukan untuk menjadi anggota geng motor di Medan.

Geng Motor yang langsung besar di Kota Medan saat itu adalah RnR dan SL (Simple Life) dimana kedua kelompok ini sering berseteru dan terlibat tawuran di beberapa lokasi tertentu. Tak lama, perkelahian dan keresahan yang diciptakan kelompok Geng Motor ini membuat Polisi bertindak tegas dengan menggelar razia disetiap lokasi yang kerap dijadikan ajang tawuran kelompok geng motor tersebut.

Namun, bukannya malah membubarkan diri malah kelompok geng motor ini membentuk kelompok-kelompok baru dengan nama berbeda dan tetap bersekutu. Lahirnya kelompok-kelompok pengendara yang kerap menciptakan keresahan ini semakin berkembang pesat dan seolah tak dapat terbendung pertumbuhannya. Ditambah lagi dengan adanya isue jika geng motor ditunggangi oleh kelompok OKP (Organisasi Kepemudaan-red)

Aksi keganasan geng motor pun menimpa seorang wartawan Ibey Nasution. Sepeda motor Honda Beat merah BK 2025 XT dirampas kawanan geng motor di depan perumahan Citra Garden saat korban hendak pulang ke rumahnya. “Saya jadi korban geng motor juga. Saya diancam dengan pisau belati, kemudian mereka merampas sepeda motor saya,” ucapnya. (wel/smg)
sumber: http://www.hariansumutpos.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *