REBUTAN NYANYI ISMAIL TEWAS DITIKAM DI LAPO TUAK

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – M Ismail Sembiring (23) warga Jalan Pertahanan, Gang Perkampungan Lama, Dusun IV, Patumbak Kampung, Deli Serdang, tewas ditikamĀ  tiga orang yang diduga rekan satu kampugnya, Sabtu (8/9/2012) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.

Informasi yang dihimpun www.tribun-medan.com dari lokasi kejadian, Minggu (9/9/2012), penikaman dipicu rebutan melantunkan lagu saat korban dan pelaku bersama minum tuak di Lapo Tuak Pak Barus, di Jalan Pertahanan Dusun VI Patumbak Kampung, Deli Serdang.

Pelaku yang identitasnya belum diketahui, saat itu asyik menguasai mikropon dan terus bernyanyi di lapo tuak. Korban yang sudah syor ingin bernyanyi tak sabar dan meminta pelaku untuk nyanyi secara bergantian. Akhirnya pelaku mengurungkan lagu-lagu berikutnya dan memberikan mikropon pada korban. Namun, tidak sampai disini ceritanya. Rupanya pelaku merasa tak senang dan sempat beradu mulut dengan korban didepan lapo tuak usai mabuk bersama.

Keributan sempat mereda sejenak saat pelaku lebih dulu meninggalkan korban di depan lapo tuak. Namun tak berselang lama, pelaku membawa dua rekannya kembali lagi ke tempat tersebut. Secara tiba-tiba tiga orang itu langsung bentrok fisik dengan korban, hingga akhirnya pisau pelaku menghujam di dada kiri korban. Korban bersimbah darah langsung tersungkur di anak tangga lapo tuak.

Warga setempat yang melihat kejadian itu, langsung mencoba melarikan korban menuju rumah sakit terdekat. Tetapi, akibat banyaknya darah yang keluar akhirnya korban meninggal dunia dalam perjalanan.

“Kalau nggak salah jam 11 malam kejadiannya. Tapi sudah pulang semua pengunjung kedai disini. Memang sebelumnya mereka sempat ribut-ribut saat minum, saling berebut nyanyi,” kata istri pemilik lapo tuak yang tidak mau menyebut identitasnya saat ditemui wartawan, Minggu sore.

Kapolsek Patumbak AKP Triadi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, masih memburu para pelaku penikaman.

“Motifnya karena bertengkar masalah sepele. Tidak ada unsur balas dendam,” ujarnya saat dikonfirmasi via seluler, Minggu (9/9/2012).

“Pisaunya sudah kita amankan dari tempat kejadian. Kita juga sudah periksa empat saksi, salahsatunya pemilik kedai tuak. Dugaan sementara, pelakunya tiga orang, tapi hanya satu orang yang membawa senjata tajam,” ujar Triadi tak mau membeber identitas pelaku.

“Masih kita selidiki dulu,” ucapnya mengakhiri.(fer/tribun-medan.com)
sumber: http://medan.tribunnews.com

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *