POLSEK SALAPIAN DAN KUA NIKAHKAN SECARA MASSAL PENGANTIN KURANG MAMPU

Salapian, (Analisa). Jajaran Polsek Salapian bekerjasama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Salapian menikahkan secara massal sejumlah pasangan pengantin yang kurang mampu, Jumat (7/9). Nikah massal itu, merupakan program kerja Kepolisian Daerah Sumatera Utara yang diselenggarakan jajaran Polres dan Polsek se-Sumut.
Kapolres Langkat melalui Kapolsek Salapian AKP Adillah S. mengatakan, pelaksanaan nikah massal yang dilakukan, merupakan upaya yang dilakukan jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara untuk membantu pasangan pengantin yang kurang mampu untuk melaksanakan pernikahan.

“Nikah massal ini diharapkan dapat membantu pasangan pengantin yang kurang mampu, agar dapat memperoleh akta nikah yang sah dari Kantor Kementerian Agama,”ujar Kapolsek.

Program nikah massal ini, lanjut Adillah didampingi Kanit Reskrim Ipda Tarsim Tarigan, Ketua MUI Panjang Harahap dan Kades Namotongan Suharto, selain membantu pasangan pengantin yang kurang mampu, juga membantu program pemerintah, terutama Kementerian Agama yang membidangi tentang penerbitan akta nikah bagi pasangan pengantin.

Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Salapian Drs Amris Ibnu Umar S.Pd mengemukakan apresiasi atas program nikah massal yang diselenggarakan jajaran Polsek Salapian.

Program ini, menurut Amris sangat membantu masyarakat terutama pasangan pengantin yang kurang mampu untuk menyelenggarakan nikah sesuai hukum Islam dan undang-undang perkawinan yang mengatur tentang tatacara penyelenggaran pernikahan di Indonesia.

“Nikah massal yang diselenggarakan jajaran Polres Langkat patut kita apresiasi, sebab sangat membantu masyarakat dari pasangan pengantin yang kurang mampu untuk menyelenggarakan pernikahan sesuai sariat Islam dan peraturan pemerintah tentang tata cara penerbitan akta nikah,”terang Amris.

Amris mengakui, saat ini banyak masyarakat yang masih menyelenggarakan pernikahan secara siri dan belum sah secara hukum di Indonesia. Meskipun nikah secara siri menurutnya tidak melanggar hukum Islam, namun belum sah sesuai dengan hukum yang diatur di Indonesia.

Karenanya, Amris berharap dengan terselenggaranya nikah massal di seluruh jajaran Polsek di langkat dapat membantu pasangan penganti yang belum memiliki akta nikah dan diakui perundang-undangan di Indonesia.

Elpiansyah, warga Desa Namotongan salah seorang pasangan pengantin yang turut serta dalam nikah massal mengucapkan rasa terimakasih pada jajaran Polres Langkat yang telah menyelenggarakan nikah massal. Diakuinya, dengan nikah massal harapannya untuk memperoleh akta nikah yang selama ini diidamkanya dapat terwujud. (als)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *