MENCARI IKAN MELALUI TAREK PUKAT

Lhokseumawe-andalas Sejumlah nelayan yang berasal dari pantai Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe setiap hari melakukan aktivitasnya untuk menangkap ikan dengan menggunakan jaring atau lebih dikenal dengan Tarek Pukat disepanjang pinggir laut.

Salah seorang nelayan tarik pukat Ujong Blang Ibrahim (45) ketika ditemui andalas kemarin menyebutkan, tradisi menjaring ikan dengan pukat (jaring) darat di Aceh sebagai wujud kebersamaan dan gotong royong dengan menyediakan perlengkapan untuk lipatan tali membalut di setiap pinggang.

”Kami berbaris rapi sembari berjalan mundur. Menarik jaring yang telah ditebar ke laut lebih duhulu,” katanya.

Menurutnya, tarek pukat yang dilakukan para nelayan merupakan cara menangkap ikan paling sederhana yang dilakukan secara berkelompok.

Bahkan, kegiatan tarek pukat darat ini sudah menjadi aktivitas dan tradisi para nelayan yang tinggal di pesisir pantai, termasuk di kawasan Ujong Blang, Kota Lhokseumawe. Tradisi ini sudah dilakukan turun temurun dan masih bertahan hingga sekarang.

“Saya bisa mendapatkan penghasilan rata-rata setiap penarikan pukat mulai dari 40 ribu hingga 100 ribu rupiah perorang dan rata-rata satu tim tarek pukat kadang-kadang jumlahnya ramai, hingga belasan orang. Mulai orangtua sampai anak-anak serta orang dewasa,” sebut Abdullah atau yang akrab disapa Him.

Lebih jauh ia menyebutkan, hasil tarek pukat yang diperoleh setiap hari untuk kebutuhan keluarganya  termasuk untuk biaya sekolah anak-anak. Karena  melihat pendapatan lain tidak ada, namun hasil ini satu-satunya pendapatan yang diandalkan setiap hari. (BT)
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *