MASIH BANYAK WARGA ASAHAN BELUM NIKMATI LISTRIK

 67 Tahun Indonesia Merdeka

Asahan-andalas Indonesia baru saja memperingati hari kemerdekaan ke-67 (1945-2012), dan sudah lama terlepas dari belenggu penjajahan yang mendera bangsa ini beberapa abad lalu.

Seiring dengan perkembangan zaman, Kabupaten Asahan dengan jumlah penduduk saat ini 688.272 jiwa dengan luas wilayah 379.949 ha terdiri dari 25 kecamatan. Di tengah maraknya pembangunan di kabupaten ini, Pemkab Asahan dengan visi “Terwujudnya Asahan yang Religius, Sehat Cerdas dan Mandiri”. Faktanya, visi-misi yang mulia ini kelihatannya hanya indah dalam ucapan saja.

Hal ini terlihat dari 177 desa yang ada di Kabupaten Asahan. Salah satu daerah, yakni Dusun VI Desa Suka Makmur, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge berjarak sekitar 25 km dari ibukota kabupaten masih hidup dalam kegelapan alias belum menikmati listrik.

Padahal, Bandar Pasir Mandoge daerah berpenghasil Sawit dan Karet merupakan salah satu penopang bagi pendapatan daerah ini di bidang perkebunan.

Tapi, sangat disayangkan sesuai visi-misi pimpinan Asahan Taufan/Surya, untuk meningkatkan pembangunan kesehatan, infrastruktur, sarana dan prasarana lainnya secara merata dalam rangka mendorong terwujudnya masyarakat yang sehat dan mandiri, belum terwujud. Sudah 67 tahun merdeka, ternyata salah satu dusun penghasil devisa buat daerah ini fasilitas listriknya hingga saat ini belum tersedia.

Mamak Leha (55), warga Dusun VI Desa Suka Makmur Kecamatan Bandar Pasir Mandoge Asahan kepada andalas di kediamannya, Minggu (9/9) mengatakan, setiap tahun dirinya membayar pajak yang terus mengalami kenaikan. Namun, dusun yang memiliki 70 KK tersebut setiap hari mengalami kegelapan.”Padahal dusun kami ini hanya berjarak 4 km dari jalan lintas Asahan-Simalungun,” kata ibu yang keseharian membuka warung nasi di dusun tersebut.

Ia menyebutkan, Dusun VI merupakan jalan pintas atau jalan potong menuju Desa Aek Nagali, Rambung Merah, Haboko, Aek Tarum dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Bandar Pulau Asahan. Dan, desa yang disebutkan ini telah dialiri listrik, sehingga untuk membudayakan program mengaji malam sesuai arahan Bupati tidak memiliki masalah.

“Pada saat kampanye Taufan Gama Simatupang dan wakilnya Surya, beberapa tahun lalu di depan rumah saya, mereka menjanjikan jika terpilih sebagai Bupati/ Wakil Bupati Asahan, akan memasukkan listrik ke dusun kami,”ujarnya.

Ternyata, pantauan andalas, Dusun VI Desa Suka Makmur Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, yang merupakan pintu masuk untuk menuju desa-desa yang ada di Kecamatan Bandar Pulau, juga setiap hari dilintasi berbagai truk. Utamanya, truk angkut getah milik PT Bridgestone, truk CPO PT DPI, dan truk angkut buah sawit lainnya milik warga yang berada di Kecamatan Bandar Pulau. Faktanya, setelah dua tahun kepemimpinan Taufan Gama Simatupang sebagai bupati pilihan rakyat tersebut, tampaknya berat untuk mewujudkan dusun tersebut, akan segera terbebas dari kegelapan. (FAS)
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *