KINCIR ANGIN DI DESA PERUPUK TIDAK BERFUNGSI

Batubara, (Analisa). Kincir angin di Desa Perupuk, Kecamatan Limapuluh Kabupaten Batubara, merupakan fasilitas bagi masyarakat sebagai alat untuk penyulingan air bersih. Namun sejak sepuluh tahun terakhir kincir angin tersebut tidak berfungsi lagi sehingga tidak bisa dimanfaatkan masyarakat guna memperoleh air bersih.
Salah seorang tokoh pemuda kelahiran Perupuk, Kabupaten Batubara Dinul Islami MA menjelaskan kepada Analisa , Minggu (9/9), “ketika saya dulu masih duduk di bangku sekolah Madrasah Tsanawiyah, seingat saya, masyarakat datang berbondong-bondong silih berganti, baik masyarakat Desa Perupuk sendiri maupun dari desa lain untuk memanfaatkan fasilitas yang ada dikampung kami itu sebagai sarana untuk mandi, mencuci, dan memasak,” ungkap mantan Ketua Umum Kesatuan Mahasiswa Batubara Sumut ini.

Tidak berfungsinya kincir angin di desa ini disebabkan oleh ulah tangan manusia yang tidak bertanggung jawab serta kurangnya perawatan dan pengawasan.

Ketua Forum Cendikiawan Muslim Batubara ini mengatakan, sebenarnya saat ini masyarakat Desa Perupuk khususnya masih sangat memerlukan sumber air bersih yang dihasilkan melalui penyulingan kincir angin yang ada di Desa Perupuk.

Sebab kenyataan tidak semua masyarakat menggunakan mesin pompa air, karena keterbatasan biaya untuk membeli mesin pompa air. Kebanyakan warga masih menggunakan air sumur, itupun air yang kuning dan berbau lumpur, ungkap Magister Hukum Islam ini.

Dinul berharap kepada Pemerintah Kabupaten Batubara melalui Dinas terkait, agar menjadi perhatian pemerintah supaya dapat dimanfaatkan dan difungsikan kembali untuk kepentingan masyarakat.

Pantauan Analisa di lapangan kini keberadaan kincir angin tersebut tanpa ada perawatan dan perbaikan dari dinas terkait, sehingga menjadi semak ditumbuhi rumput ilalang dan terkesan kumuh akibat tidak adanya perawatan. (ap)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *