KEJAKSAAN RIAU USUT KORUPSI PERTANAHAN

TANJUNGPINANG–MICOM: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau (Kepri) mengusut kasus korupsi, lewat mafia pertanahan, yang melibatkan instansi Badan Pertanahan Nasional (BPN), notaris, perbankan, dan perpajakan.

Empat instansi itu dinilai terlibat dalam berbagai kasus di Kepri, termasuk dalam kasus bentrok di Hotel Planet Holiday pada (17/6)lalu yang menelan korban tewas.

“Kami telah memanggil pihak BPN untuk memberi klarifikasi terhadap penerbitan sertifikat ganda, demikian juga pihak perpajakan, notaris serta pimpinan Bank BNI yang mengucurkan kredit dengan jaminan lahan bersengketa,” kata Kepala Seksi Penyidikan Kejati Kepri Fadeli di Tanjungpinang, Minggu (9/9).

Instansi itu, kata Fadeli, bertanggungjawab terhadap berbagai kasus penggelapan pajak di bidang pertanahan, serta pemalsuan dokumen negara yang menimbulkan kerugian di pihak pemerintah dan swasta.

“Tidak sedikit potensi penerimaan pajak yang hilang akibat tindak Pidana pemalsuan dokumen pajak dan dokumen negara lainnya,” ujarnya.

Menurut dia, dalam waktu dekat pihak Kejati akan menetapkan tersangka kasus pidana korupsi dengan modus pemalsuan dokumen.

Pengusutan kasus korupsi yang melibatkan sejumlah instansi pemerintah itu dilakukan menyusul pengaduan PT HMI, yakni sebuah perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal Korea. PT HMI memiliki lahan seluas 3,7 di kawasan Batuampar, Kota Batam, dengan 4 sertifikat hak guna bangunan (HGB) nomor 19, 20, 21, dan 23 yang diterbitkan pada 2 Maret 1993. Tetapi pada 23 Oktober 2008, BPN kembali menerbitkan sertifikat nomor 152, 153, 154, dan 155 atas lahan yang sama tanpa persetujuan pemilik sah.(HK/X-13)
sumber: http://www.mediaindonesia.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *