DPRD MEDAN PELESIRAN, ANGGOTA DPRD TANGSEL TERLANTAR

Usai Pembahasan P-APBD

Medan-andalas Usai pembahasan Ranperda Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kota Medan Tahun Anggaran 2012 menjadi Rp4 triliun, Senin (3/9) dan Selasa (4/9), anggota panitia khusus (Pansus) DPRD Medan sebanyak 29 orang pelesiran ke Pulau Jawa sejak Rabu-Jumat (5-7/9).

Keberangkatan Pansus tersebut disebut-sebut untuk mempermulus pengesahan P-APBD melalui pendapat akhir fraksi-fraksi DPRD Medan pada hari ini, Senin (10/9). Parahnya lagi, selain keberangkatan Pansus P-APBD, di saat bersamaan Pansus Ranperda Pengabuan Mayat juga berangkat ke Kota Depok.

Akibtanya, kantor DPRD Medan sejak Kamis-Jumat (6-7/9) kosong tanpa aktivitas. Hanya ada 3 anggota DPRD Medan yang terlihat hadir di gedung dewan setempat, yakni Bangkit Sitepu, Denni Ilham Panggabean, dan Hasyim.

Selain seluruh anggota Pasnsus Ranperda P-APBD dan Ranperda Pengabuan Mayat, seluruh pimpinan DPRD Medan yakni Amiruddin (Ketua), Ikrimah Hamidy, Sabar Surya Sitepu, Augus Napitupulu (masing-masing wakil ketua) juga ikut menghilang, tidak satu pun terlihat masuk ke kantor DPRD Medan.

Kebiasaan buruk para anggota DPRD Medan jarang masuk kantor dan hobi jalan-jalan tersebut membuat kecewa sejumlah anggota DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) saat melakukan kunjungan kerja ke kantor DPRD Medan, Jumat (7/9). Sebanyak 15 anggota DPRD Tangsel seperti terlantar di kantor DPRD Medan karena tak satu pun anggota DPRD Medan yang menerima kunjungan mereka.

Pengamatan wartawan, rombongan DPRD Tangsel yang dipimpin Ketua Komisi I bidang pemerintahan, Iwan Rahayu hanya diterima Kasubbag Humas Sekretariat DPRD Medan. Akhirnya, rombongan hanya bisa foto-foto di ruang paripurna DPRD Medan bersama staf. Padahal, agenda kunjungan DPRD Tangsel untuk sharing terkait tufoksi dewan dalam hal pengawasan terhadap urusan pemerintahan.

Parahnya lagi, rombongan DPRD Tagsel ini sama sekali tidak disuguhi minum maupun roti apalagi makan. Hal itu terjadi karena Kabag Keuangan DPRD Medan Mahyujar bersama stafnya dan Kabag Urusan Dalam ikut pelesiran bersama anggota DPRD Medan. Tentu saja urusan makan dan minum bagi tamu menjadi terhalang.

Salah seorang rombongan DPRD Tangsel tampak kecewa dan berkata, “Apa benar gak ada anggota dewan yang hadir,” cetusnya dengan nada heran. Mereka pantas bertanya dengan kebijakan pimpinan DPRD Medan yang memberikan Surat Perintah Jalan (SPJ) kepada seluruh anggota DPRD Medan berangkat ke luar kota dengan waktu bersamaan.

Begitu juga kepada Sekretaris DPRD Medan (Sekwan) yang memberikan izin dan SPJ kepada 12 orang stafnya untuk mendampingi anggota DPRD Medan pelesiran dengan menggunakan uang rakyat, patut dipertanyakan.

Selama pembahasan Ranperda P-APBD tahun anggaran 2012 oleh Pansus bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, tampaknya juga tidak berjalan maksimal. Seperti pembahasan anggaran di Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk pembayaran utang klaim JPKMS Rp 25 miliar, yang awalnya dinilai anggota Pansus hanya akal-akalan, tidak dibahas maksimal.

Meski dalam rapat pembahasan masalah penambahan anggaran Rp 25 miliar sempat diwarnai pukul meja, namun masalah itu redup begitu saja tanpa pembahasan lebih jauh dan akhirnya menerima usulan Dinkes tersebut.

Bukan itu saja, penambahan anggaran di Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Medan Rp25 miliar untuk anggaran pembangunan gedung DPRD Medan di Jalan Maulana Lubis, yang awalnya dipersoalkan hampir seluruh anggota Pansus, tiba-tiba penambahan anggaran tersebut disetujui.

Sikap sejumlah anggota Pansus yang awalnya mempersoalkan penambahan anggaran di sejumlah SKPD tampaknya hanya ‘gertak sambal’ dan terksesan lawak-lawak. Sikap kritis anggota Pansus yang sering mempersoalkan suatu nomenklatur hingga meminta pembahasan dipending, pada akhirnya melunak setelah pembahasan dilakukan di salah satu hotel berbintang. (BEN)
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *