BALON WALIKOTA SIDIMPUAN ADE IRMA PULUNGAN MOHON KEADILAN

Padangsidimpuan, (Analisa). Merasa dizolimi atas keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padangsidimpuan yang tidak meloloskan dirinya pada verifikasi calon walikota P. Sidimpuan beberapa waktu lalu, bakal calon (balon) walikota Ade Irma Pulungan, SH memohon keadilan.
“Alasan KPU untuk tidak meloloskan pasangan Ade Irma-Syamsul Bahri ST tidak transparan dan penuh kejanggalan,” ujar kuasa hukum dari LBH Lipan RI, R Erdy Siregar, BBA, SH didampingi bakal calon walikota Ade Irma Pulungan, Minggu (9/9).

Dijelaskan, pada 19 Juli 2012 tim dokter pemeriksaan medis bakal calon walikota dan walikota mengeluarkan hasil pemeriksaan yang ditanda tangani ketua tim dokter M Aswin Pranata, SpOG berisikan, Ade Irma Pulungan memiliki gangguan mental dan merekomendasikan KPU untuk tidak mengikut sertakannya pada Pemilukada 18 Oktober 2012.

Selanjutnya, pada 23 Juli 2012, dua hari menjelang tahapan untuk memenuhi kelengkapan persyaratan KPU berakhir (25/7), Ade Irma Pulungan menerima surat dari KPU P. Sidimpuan nomor : 585/KPU Kota/002.434920/VII/2012 tentang hasil pemeriksaan kesehatan tertanggal 19 Juli 2012 tanpa memberikan hasil analisis pemeriksaan atau tanpa laporan rekam medic sebagai lazimnya cek kesehatan.

“Merasa hasil tes kesehatan itu bertolak belakang dengan fakta sebenarnya, pada 1 Agustus 2012 Ade Irma Pulungan SH melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mahoni Medan dan pada 3 Agustus dokter pemeriksa dr. Elmeida Effendy, SpKJ mengeluarkan hasil rekam medic atau analisis yang menyatakan Ade Irma Pulungan dalam keadaan sehat,” terangnya.

Ditambahkan, sebagai pembanding pada 10 Mei 2012 Ade Irma Pulungan SH juga pernah melakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD P. Sidimpuan untuk keperluan SKCK dan hasilnya Ade Irma dinyatakan sehat sesuai surat No 812/370/V/2012 yang ditanda tangani dr Irwan Nauli.

“Dua hasil cek kesehatan itu, jelas-jelas menyatakan Ade Irma Pulungan sehat, namun malah merujuk pada hasil tes 19 Juli 2012, dia dinyatakan tidak sehat, rentang waktu dari hasil pemeriksaan kesehatan pada 10 Mei 2012 itukan sekitar dua bulan, ” ungkapnya.

Erdy Siregar menilai, adanya dugaan upaya-upaya menjegal keikutsertaan pasangan Ade Irma-Syamsul Bahri ST pada Pemilukada P. Sidimpuan.

Erdy juga mengungkapkan, adanya kejanggalan atas surat keterangan dokter nomor 812/563/VII/SKD/2012 yang tidak menyebut nama-nama tim dokter yang melakukan pemeriksaan kesehatan para bakal calon pasangan walikota dan walikota.

“Surat keterangan itu hanya menyebutkan nama dan tanda tangan ketua tim pemeriksa kesehatan bakal pasangan cawalkot dan wawalkot yaitu dokter M. Aswin Pranata, SpOG, tanpa menyebut nama-nama sekitar lima orang tim dokter, ” katanya.

Laporkan

Menyikapi kondisi ketidak adilan itu katanya, pihaknya sudah melapor ke Panwaslu Kota Sidimpuan dengan nomor surat : IST/018/IX/2012 perihal pengaduan pencemaran nama baik Ade Irma Pulungan, dilanjutkan laporan ke kepolisian.

“Tapi anehnya, hingga saat ini belum ada jawaban dari Panwaslu dan KPU, sementara pihak kepolisian menganjurkan agar melapor ke Panwaslu meski yang akan dilaporkan bermuatan pidana (pencemaran nama baik), ” terangnya.

Diharapkannya, pihak Panwaslu, KPU mapun pihak kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut demi terciptanya rasa keadilan.

Sementara itu, bakal calon walikota P. Sidimpuan Ade Irma Pulungan mengungkapkan, jika pihak Panwaslu, KPU dan Polres Sidimpuan tidak menindaklanjuti dan menanggapi laporan itu, pihaknya berencana meneruskan dan melaporkan masalah ini ke Poldasu, KPU dan Panwaslu Sumatera Utara.

“Jika nantinya juga tidak ada tanggapan, maka kami akan adukan ini Mabes Polri, KPU, Panwaslu pusat bahkan ke Komnas HAM karena pencemaran nama baik berkaitan dengan hak azasi, ” tegasnya. (hih)
sumber: http://analisadaily.com

 

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *