AIR TUJUH RASA DI TANAH BATAK BUTUH SENTUHAN PEMERINTAH

Samosir (Analisa). Objek wisata Aek Sipitu Dai (air tujuh rasa) yang terletak di daerah Boho, sekitar 5 km dari Kota Pangururan butuh sentuhan dan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Samosir. Desakan itu disampaikan oleh Penetua dan perwakilan warga JD Limbong kepada Analisa, Minggu(9/9) saat ditemui di kediamannya.
“Kami sangat sesalkan kurang pedulinya pemerintah dalam membenahi objek wisata ini. Padahal ini merupakan objek wisata yang sakral, dimana aek sipitu dai dikenal dengan tujuh buah pancuran yang masing-masingnya memiliki rasa yang berbeda-beda,” katanya.

Limbong juga menyampaikan, sarana jalan infrastruktur menuju objek wisata aek sipitu dai yang rusak parah hingga sarana toilet dan kurangnya kebersihan menjadi kendala menghambat potensi wisata aek sipitu dai. “Inilah yang kami harapkan, kepedulian yang serius dari pemerintah Samosir, sebab ini tempat sakral, tempat pertemuan dan tempat mandinya para raja-raja batak dulunya, sehingga jika tidak dijaga, maka bisa-bisa akan rusak,” tambahnya.

Sekadar mengingatkan, Bupati Samosir Ir Mangindar Simbolon terus berkomitmen menjadikan Kabupaten Samosir menjadi objek wisata yang inovatif di Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat berharap semua objek wisata yang ada di Samosir harus terus dibenahi dan jangan dibiarkan terbengkalai seperti aek sipitu dai. (fra)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *