POLISI PERIKSA SAKSI-SAKSI LEDAKAN DI DEPOK

[DEPOK] Aparat kepolisian memeriksa sejumlah saksi-saksi pasca ledakan bom di Jalan Nusantara Raya Rt04/013 nomor 63 Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat Sejumalh saksi yang diperiksa adalah Nono Triaman (65) dan ketiga anaknya yaitu Muhammad Taufik Hidayat (32), Bagus Kuncoro (19) dan Wulandari (22).

“Sejak Sabtu malam (8/9) saya diperiksa polres bersama tiga anak saya,” kata Nano ketikd ditemui di Polres Depok, Minggu.

Nano merupakan orang bersebelahan dengan pemilik Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara yang dijadikan tempat merakit bom. Nano mengalami luka ringan akibat ledakan bom tersebut begitu pula dengan Wulan, anaknya.

Polisi juga meminta kesaksian dari Ketua RT 004/013 Arifin (38) dan istrinya, Nurhasanah (38). Lukman Paris, pemilik bangunan, warga Jalan Kebon Jeruk 1, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Selain itu juga Ketua RW 13, Saman Karim (49) juga dijadikan saksi. Ia diminta keterangan dan diperlihatkan beberapa barang bukti berupa bahan kimia.

Selain itu polisi juga masih terus memburu dua orang yang diduga sebagai pelaku perakit bom. Mereka melarikan diri dengan kondisi terluka.

Aparat kepolisian Kota Depok melakukan pemeriksaan barang bukti berupa rangkaian bom berupa rakitan rangkaian elektronik yang merupakan bagian dari peralatan pemicu bom.

Barang bukti tersebut tersebut selain alat yang diduga sebagai pemicu bom, ada pula potongan paralon yang digunakan untuk rangakaian bom.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar mengatakan, ledakan di Depok merupakan kasus yang berbeda dengan teror bom Solo.

“Kalau teroris Solo pelakunya adalah Firman cs, sedangkan ini kasus ledakan lain,” kata Boy ketika memantau lokasi ledakan.

Polisi telah menetapkan satu orang tersangka adalah perakit bom yang saat ini kondisinya sedang kritis di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Ia menghimbau kepada masyarakat agar memberi informasi terhadap mereka yang dirawat di rumah sakit.

Dari lokasi kejadian, ditemukan bahan baku yang akan dijadikan bom serta senjata api dan sejumlah amunisi. Antara lain, potasium, mesiu, belerang serta bubuk sulfat. Pelaku sudah berhasil merakit dua buah bom.

Selain itu ditemukan tiga granat, yaitu satu granat nanas, satu granat manggis dan granat asap. Kemudian terdapat satu pucuk senjata api Beretta berisi amunisi 17 butir peluru dan 2 pucuk senpi Enggran (sejenis senjata serbu dengan peredam) masih dalam rangkaian.

Selanjutnya peluru 9 mm 50 butir, 22 mm 30 butir buatan Pindad, baterai 9 volt 5 buah, switching dalam rangkaian 6 buah, talkit, gambar pejera, laras, dan magazen (manual), black powder, potasium KL 7 kg dan 1 unit detonator elektrik dan kabel serabut tunggal serta pipa pralon ukuran 1 1/4 inc sebanyak 6 buah yang sudah terisi. [Ant/L-9]
sumber: http://www.suarapembaruan.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *