KONVERSI MINYAK TANAH DI SUMBAR AKHIR TAHUN INI

PADANG–MICOM: Provinsi Sumatra Barat akan merelaisasikan konversi minyak tanah ke gas pada penghujung 2012. Alokasi anggaran bersumber APBN sudah dicadangkan pemerintah pusat.

“Kita bisa memulai konversi minyak tanak ke gas pada akhir tahun ini, karena infrastruktur dan sosialisasi telah dilakukan,” kata Kepala Dinas Energi Sumber Daya Manusia (ESDM) Sumbar Marzuki Mahdi di Padang, Minggu (9/9).

Ia menjelaskan, sekarang belum bisa dimulai pelaksanaan konversi itu karena pihak Pertamina belum meneri Surat Keputusan (SK) penunjukan dari Dirjen Migas.

Sementara pihak Pertamina sudah siap untuk melaksanakan tapi karena belum kebijakan penunjukan sehingga tak berani untuk memulainya.

Konversi minyak tanah ke gas, katanya, akan dimulai di Kota Padang karena infrastuktur sudah ada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Bypass sudah siap.

“Setidaknya sampai akhir 2012, bisa dilaksanakan untuk sekitar 200 kepala keluarga penyaluran tabung gas. Tahun depan baru dituntaskan secara keseluruhan,” ujarnya.

Sebab, kasihan masyarakat kalau masih lama dilaksanakan konversi minyak tanah, selain harga ada tergolong tinggi dan terkadang sulit mendapatkan.

Sebenarnya, menurut dia, tak mesti terjadi kelangkaan minyak tanah di masyarakat, tapi masih ada oknum dari pihak-pihak tertentu yang ingin cari untung melalui cara tidak benar.

Guna mendukung pelaksanaan program nasional konversi minyak tanah ke elpiji, telah dibangun dua SPBE di wilayah Padang dan Kabupaten Padangpariaman.

Kedua SPBE itu, diperkirakan mampu menampung sedikitnya 300 ton elpiji, karena masing-masing memiliki tanki timbun dua dengan kapasitas sekitar cukup besar.

Sebelumnya Pertamina pemasaran wilayah Sumbar mengasumsikan pendistribusian sekitar 807.079 paket untuk 19 kabupaten dan kota pada program konversi nanti.

Munculnya asumsi untuk wilayah Sumbar sebesar itu, diprediksi sekitar 40 persen masyarakat sudah memakai elpiji untuk kebutuhan rumah tangga di provinsi itu.

Misalnya, di Kota Padang, menurut hasil data penduduk, terdapat 240.920 Kepala Keluarga (KK) dengan asumsi hanya sekitar 60 persen yang belum menggunakan gas elpiji untuk kebutuhan rumah tangga. (Ant/OL-3)
sumber: http://www.mediaindonesia.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *