DIDUGA, PERGUDANGAN BAGAN ASAHAN PINTU GERBANG PENYELUNDUPAN

Kasus 4 Ton Daging Ilegal Asal India

Tanjungbalai, (Analisa). Diduga sindikat pedagang daging ilegal asal India menggunakan fasilitas pergudangan di garis pantai Desa Bagan Asahan, yang menjadi pintu gerbang penyelundupan.
Hal itu terungkap, melalui keterangan supir truk pengangkut daging ilegal yang tertangkap dihadapan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) kantor Stasiun Karantina Pertanian (SKP) Tanjungbalai Asahan (TBA). Informasi diperoleh di kantor SKP TBA, Rabu (5/9) menyebutkan, penyidik telah memeriksa supir, PT (54) warga Tanjungbalai sebagai saksi.

Hasil pemeriksaan sementara terungkap, daging ilegal diangkut dari gudang milik AT di Desa Bagan Asahan yang jaraknya hanya beberapa meter dari Pos Kamla. Peredaran daging ilegal juga diduga melibatkan sindikat perdagangan gelap, sebab saksi mengaku tidak mengenal pemilik daging dan hanya berhubungan dengan sesorang berinisial Dian sebagai perantara.

Bahkan saksi mengakui, tidak tau tujuan lokasi pengiriman barang di Kota Medan, sebab akan diberitahu saat berada di perjalanan.

“Kami belum bisa menetapkan tersangka dalam kasus ini, sebab baru memeriksa satu orang saksi yakni, supir truk dan hasil sementara disebutkan daging ilegal itu diangkut dari gudang AT di Desa Bagan Asahan,” ungkap PPNS SKP TBA Dolok Nababan. Menurut Dolok, ada dua nama yang terungkap dalam pemeriksaan terhadap saksi yakni, pemilik gudang AT dan perantara atau agen Dian.

Penyidik merencanakan pemanggilan terhadap dua nama ini untuk mendapatkan siapa tersangka yang bertanggungjawab terhadap daging ilegal itu. Selain memeriksa saksi, PPNS juga akan mengundang pihak BC Teluk Nibung menjadi saksi ahli, sebab kasus ini juga terkait dengan kepabeanan.

“Kami hanya memeriksa terkait dengan pelanggaran UU No. 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan sedang masalah penyelundupan itu kewenangan BC,” ujarnya

Penyidik, katanya saat ini sedang melakukan pengembangan kasus ini, sebab masih banyak pihak yang dinilai terlibat dalam penyelundupan daging ilegal ke Tanjungbalai.

Selain pemilik gudang, agen dan supir, penyidik juga sedang mengembangkan keterlibatan pemilik sarana angkutan yakni truk. Sebab, hal yang aneh bila pemilik truk tidak tahu siapa pemilik barang yang diangkutnya.

“Bisa saja supir ini mengaku tidak tahu pemilik dagingnya, tapi kita akan periksa agen dan saksi saksi di pergudangan serta pemilik truk,” katanya.

Informasi lain diperoleh di Desa Bagan Asahan menyebutkan, masyarakat juga sering menyaksikan truk truk keluar masuk ke dalam gudang AT pada malam hari. Aktivitas di gudang AT telah lama diketahui masyarakat, tapi tetap berjalan sebab beberapa aparat berpakaian seragam juga sering masuk ke dalam gudang itu.

“Kami juga sering menyaksikan truk truk mengangkut berbagai macam barang dari dalam gudang AT, bahkan sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat gudang itu menjadi lokasi pendaratan barang ilegal yang dibawa menggunakan kapal pompong dari Malaysia,” ujar Ongah salah seroang warga di Desa Bagan Asahan.(gsp)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *