Jika masih lengah akan terulang kembali peristiwa serupa.

VIVAnews — Insiden terkait teror berlangsung beruntun di Indonesia. Dari penembakan polisi di Solo, asap berbau mesiu yang mengepul dari rumah Toriq (30) di Tambora, Jakarta Barat, lalu bom rakitan yang meledak di sebuah rumah kontrakan di Beji, Depok. Dan itu, belum berakhir.

Kepala Badan Intelijen Negara(BIN) , Marciano Norman mengatakan, aksi teror yang dilakukan oleh kelompok tertentu tidak akan berhenti begitu saja. “Sudah dibaca jaringan BIN di Indonesia. Kami sudah mengingatkan, kejadian seperti ini  tidak akan berhenti, dan betul,” ujar Marciano dalam jumpa pers di kantor Menkopolhukam, Jakarta Pusat, Minggu 9 September 2012.

Untuk mengantisipasi atau mengurangi aksi teror, ia berharap adanya sinergi antara masyarakat dengan aparat baik itu komunitas intelijen maupun petugas di daerah teritorial masing-masing seperti Polda maupun Kodam.

Mantan Pangdam Jaya ini juga menjelaskan dengan adanya sinergi tersebut unsur pemerintahan tidak boleh lengah lagi, jika masih lengah akan terulang kembali peristiwa serupa.

“Penting yakni peningkatan kewaspadaan, aktifkan semua sistem-sistem pengamanan yang sudah ada di daerah, baik di lingkungan sendiri, kita harus aktifkan sendiri,” kata dia.

Bantah Kecolongan

Menkopolhukam, Djoko Suyanto membantah jika peristiwa ledakan dan aksi teror yang belakangan ini terjadi karena kecolongan pengawasan dari BIN. Menurutnya, mereka sudah menyiapkan data dan membagi kepada aparat.

Tepai sebelum adanya bukti dan fakta, pihak kepolisian tidak bisa bertindak begitu saja. Tindakan teror, lanjut Djoko, selalu memiliki inisiatif.

“Peta sudah dimiliki, kemana, Densus dan BIN sudah ada. Tapi, kapan mereka bertindak, itu tidak bisa kita ungkapkan. Upaya pencegahan itu yang perlu,” jelas Joko.

Kapolri Jenderal Timur Pradopo menambahkan, strategi yang dilakukan oleh tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri sudah dilakukan dengan benar, sehingga apa yang  dilakukan tidak melanggar hukum.

Langkah yang harus diutamakan dalam menangani masalah teror, lanjut Timur yakni langkah preventif. “Itu sudah dilakukan, sebenarnya, baik mengantisipasi kejahatan umum dan teror,” kata Timur. (sj)
sumber : http://nasional.news.viva.co.id

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *