ULAH KEPALA SMPN 2 HINAI CORENG PENDIDIKAN LANGKAT

Stabat-andalas Malang nian nasib yang menimpa Dra Seh Ukurta, guru SMP Negeri 2 Kecamatan Hinai, Langkat. Dia terpaksa menahan sakit di kepalanya, akibat ulah Kepala SMPN 2 Hinai, Drs Salamuddin yang tanpa alasan jelas memukul kepalanya.

Akibat ulah sang kepala sekolah, dunia pendidikan di Kabupaten Langkat kembali tercoreng. Tingkah Drs Salamuddin yang semena-mena memukul kepala guru, yang tak lain merupakan istri seorang anggota Polri.

Tidak terima dengan perbuatan sang kepala sekolah, Seh Ukurta bersama suaminya Antoni Panjaitan beserta seorang saksi pemukulan, Arihta (51) yang juga guru SMPN 2 Hinai, melaporkan hal itu ke Kantor Bupati Langkat, Jumat (7/9).

Seh Ukurta menjelaskan kronologis kejadian yang menimpanya. Menurutnya, peristiwa itu terjadi pada Jumat 31 Agustus 2012 lalu sekitar pukul 11.30 WIB. ketika itu korban mendapat dua surat dari kepala sekolah.

Setelah mendapat surat itu, Seh Ukurta langsung melihat dan diketahui kedua surat itu berisi peringatan dan satu lagi berkas sertifikasi.

“Begitu saya lihat, rupanya surat itu surat peringatan dan berkas sertifikasi milik saya,” ujarnya, seraya menambahkan, surat itu diberikan dua guru yang ada di sekolah tempatnya mengajar.

Karena mendapat surat peringatan tanpa alasan yang jelas, Seh Ukurta menjadi bingung dan menemui Salamuddin.

“Sebelumnya, saya minta didampingi Ariadi selaku wakasek di sekolah itu. Namun, dia tidak berkenan. Selanjutnya saya minta tolong kepada Arihta yang juga seorang guru dan bertugas di sekolah tersebut,” katanya.

Mendengar permintaan Seh Ukurta, membuat Arihta merasa iba dan bersedia menemani menemui Salamuddin di ruang kerjanya.

“Sebelum masuk, terlebih dahulu Arihta menelpon suami saya guna memberitahukan perihal dua surat yang saya terima,” urainya.

Setelah berada di ruangan Kasek, dia langsung mempertanyakan maksud dua surat yang diterimanya itu. Namun, kasek langsung emosi.

“Itulah kamu, kalau tidak saya pancing dengan surat seperti ini, kamu tidak pernah mau menghadap,” kata Ukurta, mengulangi ucapan Salamuddin, seraya mengaku, tidak mengerti apa maksud ucapan yang bak ada udang di balik batu itu.

Mendengar pernyataan Salamuddin, Seh Ukurta langsung memberikan keterangan tegas, sehingga situasi di dalam ruangan menjadi riuh, karenakan dia dan kepala sekolah saling perang mulut.

“Karena dia berkata demikian, sayan menjawab, tidak mau menghadap ke ruangannya sebelum 3 bulan gaji les (mengajar ektrakulikuler seni suara-red) dibayarkan. Setelah itu Kasek langusng marah dan akhirnya terjadi cekcok di dalam ruangan,” bebernya.

Di sela keributan itulah, sambung Seh Ukurta, Salamuddin mengembalikan surat peringatan dan berkas sertifikasi yang tadinya diperlihatkan kepada kasek untuk minta kejelasan.

“Pemukulan itu terjadi saat dia mengembalikan berkas sertifiaksi yang sebelumnya sudah saya serahkan untuk minta kejelasan,” katanya.

Saat itu, dia langsung berdiri dan mengambil semua berkas di atas meja bersama berkas sertifikasi.

“Dan, bundelan atau berkas tebal itupun langsung dipukulkan ke kepala saya di bagian atas,” ungkapnya.

Mendapat pukulan itu, Seh Ukurta hanya terdiam, bingung tidak tahu harus buat apa. Sebab suaminya saja tidak pernah memperlakukan dirinya seperti itu.

Kala itu dirinya sangat takut dan terkejut, sebab tidak menyangka kepala sekolah akan memukulnya.

“Ulah kepala sekolah itu membuat saya trauma dan merasa tidak dihargai sebagai seorang guru dan Bhayangkari,” ujarnya.

Sementara, Salamuddin saat dikonfirmasi via telepon selulernya terkait perbuatannya, langsung membantah.

“Mana ada saya melakukan pemukulan terhadap guru. Semua itu hanya fitnah,” tegasnya.(DN)
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

2 Responses to ULAH KEPALA SMPN 2 HINAI CORENG PENDIDIKAN LANGKAT

  1. Michel says:

    Ahh…. berita fitnah ini, yang ada oknum guru itu yang tega memfitnah Kepala Sekolahnya sendiri. Gak pantas kau jadi guru Seh Ukurta dan Arihta, gak da otak kalian jadi guru, mau dibawa kemana bangsa dan negara ini kalau guru-gurunya seperti kalian. Pantas lha negara nie bobrok soalnya guru-gurunya kayak si Seh Ukurta dan Arihta. Dajjall kalian…!!!!!

    Wartawannya pun goblok x, berita g benar pun di terbitkan. Harusnya kroscek dulu bos, baru dimuat. Dasar lha emg kalian para wartawan g jelas dan g punya kredibilitas, penghuni neraka lah kalian nantinya. Rusak nama oranglain kalian buat, udah macam si Seh Ukurta dan Arihta aja kelen.
    Bangsatttttttt…!!!!!

  2. Joni Sinaga says:

    Betul bro, emg macam taik nya semua orang nie.
    Yang benar disalahkan, yang salah dibenarkan..!!!
    Hancur dunia pendidikan kalau guru-gurunya macam Seh Ukurta dan Arihta.
    Tega memfitnah Kepseknya sendiri, cocoknya dipenjarakan aja orang nie biar tau mereka jaga mulut mereka. Kenakan pasal pencemaran nama baik dan perbuatantidak menyenangkan, biar g da kejadian kayak gini lagi.
    Salut buat Kepsek SMPN 2 Hinai yang berani dan mau membereskan oknum2 guru malas, 2 jempol untuk anda.

    Lanjutkan Pak, kami mendukungmu untuk dunia pendidikan Langkat yang lebih baik..!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *