PEMILIK PABRIK SABU RUMAHAN DI PADANG TERANCAM 20 TAHUN DIBUI

PADANG–MICOM: Ronal Seprianto, terdakwa pemilik pabrik sabu di Kompleks Jondul H/1 RT 003 RW 009 Kelurahan Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Padang terancam pidana 20 tahun penjara.

Dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri Padang, Kamis (6/9), jaksa penuntut umum Dwi Indah menjerat terdakwa dengan pasal berlapis, yakni Pasal 129 huruf a UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika, Pasal 111, Pasal 114 dan Pasal 127 dengan ancaman hukuman minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Asmar, jaksa juga menghadirkan saksi Feri Saputra, Riki Sitindaon, dan Adri Maisal yang merupakan angggota Polsek Padang Selatan yang melakukan penangkapan. Sementara saksi lainnya yakni M Nasir merupakan ketua RT setempat.

Terjeratnya terdakwa berawal ketika pihak kepolisian mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya pabrik sabu di rumahnya. Pihak Polsek Padang Selatan pun melakukan pengintaian. Setelah dua bulan diintai, terdakwa berhasil ditangkap di rumahnya ketika sedang meracik sabu.

“Saat penangkapan pada 16 Juni diamankan barang bukti berupa dua paket besar sekitar 10 gram dan uang hasil penjualan sejumlah Rp2,3 juta serta timbangan elektronik dan beberapa peralatan serta bahan baku untuk membuat sabu,” kata Feri Saputra.

Penggerebekan tersebut bersamaan dengan terdengarnya bunyi ledakan keras hingga menimbulkan kebakaran kecil di dalam kamar tempat memproduksi sabu. Diduga Kebakaran ini karena korsleting listrik dari alat kimia ketika akan memproduksi sabu.

“Pada saat beberapa petugas masuk, di salah satu kamar ditemukan alat dan bahan baku untuk membuat sabu. Setelah digeledah kami menemukan Ronal Seprianto bersembunyi di loteng rumahnya. Tanpa perlawanan, Ronal turun dan ditangkap bersama barang bukti,” terang dia.

Dia menambahkan, terdakwa mengaku membuat sabu seorang diri sejak empat bulan lalu. Ia membeli alat dan bahan baku dari Jakarta dan belajar membuat sabu di internet. “Bahkan salah satu alat jenis labu destilasi diperoleh terdakwa dari Jerman melalui belanja online,” ujar dia.

M Nasir mengaku terdakwa dalam kesehariannya selalu bersikap dingin tanpa peduli dengan masyarakat di sekitarnya. (Ant/OL-04)
sumber: http://www.mediaindonesia.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *