PEMBATASAN TEKAN KEBUTUHAN BBM SUBSIDI HANYA NAIK 2,78 JUTA KL

Jakarta – andalas Pembatasan BBM bersubsidi yang telah berjalan selama dua bulan belakang ini, mampu menekan kenaikan kebutuhan BBM yang biasanya per tahun 3,5 juta kiloliter (KL) menjadi sekitar 2,78 juta KL.

Demikian disampaikan Wakil Menteri ESDM, Rudi Rubiandini saat ditemui dikantor Kementerian ESDM, Jakarta Jumat siang (7/9).

“Saya baru selesai mengevaluasi apa yang dilakukan dengan pembatasan itu betul-betul terjadi penghematan. Dari yang biasanya kenaikannya 3,5 juta KL pertahun, sekarang hanya 2,78 juta KL,” ujarnya.

Menurut Rudi, opsi larangan kendaraan dinas merupakan cara yang paling efektif untuk menekan penggunaan BBM bersubsidi, dibandingkan dengan kenaikan harga.

Kendaraan dinas baik di tingkat pemerintah, swasta, BUMB dan BUMD serta industri pertambangan dan perkebunan untuk tidak menggunakan BBM bersubsidi. “Kalau pembatasan ini terus dilakukan, maka tahun depan kenaikannya bisa di bawah 2 juta KL,” ujar Rudi.

Rudi menambahkan, agar bisa lebih maksimal efeknya, maka pembatasan BBM harus dilakukan dalam sekala nasional.

“Kenapa baru Jawa-Bali dulu, karena pemakai di Jawa-Bali lebih banyak. Tapi kalau ini sudah berhasil kita akan langsung terapkan di Kalimantan, Sumatera dan wilayah lainnya. Artinya kita akan bertahap terus lakukan,” ujar Rudi. (in/bs/ma)
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *