OKNUM PEGAWAI BPN MEDAN DIADILI

Aniaya Mantan Mertua

Medan-andalas Reza Andrean Fahri, kembali menjalani sidang lanjutan terkait perkara penganiayaan terhadap mantan mertua perempuannya, Dra Hj Syarifah Salmi di Pengadilan Negeri Medan, Jumat (7/9).

Pria yang tercatat sebagai PNS di BPN Kota Medan itu dijadian sebagai terdakwa bersama pamannya, Irwansyah oleh JPU Marina Surbakti. Mereka diminta pertanggungjawaban di muka persidangan.
Sidang yang digelar di ruang Cakra VII itu, beragenda mendengarkan keterangan tiga orang saksi korban, Dra Hj Syarifah Salmi, Erliati, dan Putri (mantan istri terdakwa).

Syarifah Salmi, salah seorang saksi dihadapan majelis hakim diketuai Surya Perdamaian menuturkan, peristiwa penganiayaan yang dialaminya terjadi pada 20 April 2012 silam.

Ketika itu, saksi yang ditemani pembantunya, Erliati, membawa dua cucunya, masing-masing Rara dan Aria ke Psikolog Biro Humanika di Jalan Dr Mansyur. Sepuluh menit di sana, terdengar suara orang menaiki tangga.

Dan ternyata seorang diantara orang yang menaiki tangga itu adalah terdakwa Reza. Di lantai dua bangunan yang berbentuk ruko itu, terdakwa Reza menghampiri ke pembantu saksi, Erliati dan mengambil paksa Aria dari pangkuan sang pembantu.

Setelah berhasil menguasai Aria, terdakwa Reza menyerahkannya kepada seorang teman terdakwa yang tengah menunggu di tangga. Diakuinya, upayanya untuk menghalang-halangi terdakwa Reza mengambil Rara sempat membuatnya terlibat aksi saling dorong hingga mengakibatkan saksi korban mengalami luka memar.

Meski sempat beberapa kali mengalami penganiayaan, saksi terus berupaya mempertahankan Rara dengan cara memeluk terdakwa Reza. Namun, dari arah belakang, terdakwa Irwansyah naik ke lantai II dan langsung menendang saksi korban.

“Pamannya saya lihat sudah menunggu di tangga,” bebernya menjawab pertanyaan hakim terkait keberadaan paman terdakwa. Karena tidak berhasil mengambil paksa Rara, katanya, terdakwa langsung pergi meninggalkan tempat kejadian sembari membawa Aria.

Sementara itu, saksi korban langsung menghubungi penasehat hukumnya. Dan didampingi untuk membuat laporan pengaduan ke Mapolresta Medan. Usai mendengarkan keterangannya, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan.
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *