DICEKOKI NARKOBA, REMAJA PUTUS SEKOLAH DIGILIR DUA PEMUDA

LUBUKPAKAM- Pupus sudah masa depan remaja putri ini, selain putus sekolah ia juga menjadi korban perbuatan asusila dua pria yang baru ia kenal. Maka tak ayal lagi ia harus menanggung beban moral seumur hidupnya.

Sebut saja namanya Asanti (14) ia harus rela menyerahkan keperawanannya dan rela digilir dua pelaku yang baru dikenalnya, akibat termakan bujuk rayu usai dicekoki narkoba oleh Irfan (23) warga Pasar 13 desa Limau Manis dan temannya Tri Nanda Asmara (21) warga Dusun II A Desa Limau Manis, Kamis (6/9) pukul 23.00 WIB.

Untung saja perbuatan kedua pelaku diketahui orang tua Asanti, dan langsung melaporkannya ke Polsek Tanjungmorawa, Jumat (7/9) kemarin. Selanjutnya, tersangka Tri Nanda Asmara diserahkan orang tua korban, ke PPA (Perlindungan Anak dan Perempuan) Sat Reskrim Polres Deliserdang, sementara tersangka Irfan masih dalam pencarian Polisi (buron).

Perbuatan yang dilarang agama itu terbongkar, karena Asanti semalaman tidak pulang ke rumah ibunya. Setelah dicari kesana-kemari dan berdasarkan informasi, orang tua korban mengetahui kalau remaja putus sekolah ini (Asanti), sebelumnya terlihat berjalan bersama Tri dan Irfan di komplek sekolah yang berada di Desa Limau Manis Kecamatan Tanjungmorawa.

Selanjutnya ibu korban mencari keberadaan anaknya ke rumah Tri dan diketahui bahwa Asanti semalaman bersama Tri dan Irfan di rumah warga yang tidak ditempati lagi, didaerah Pasar 13. Setelah didesak orang tuanya, Asanti mengaku diri nya telah dicabuli Tri dan Irfan sebanyak dua kali.

Kepada petugas di Mapolsek Tanjungmorawa, Asanti mengaku perbuatan cabul itu telah dilakukan Tri sebanyak 2 kali di tempat yang sama. Sedang tersangka Irfan juga sudah mencabuli dirinya sebanyak 2 kali. Asanti juga mengaku awalnya dia hanya bermain-main di rumah kosong itu dan berkenalan dengan Irfan dan Tri.

Setelah malam, Irfan dan Tri bersama teman lainya mengajak Asanti untuk mengkonsumsi sabu-sabu. Usai mengkonsumsi sabu-sabu itu, beberapa temannya pulang ke rumah, sedang Irfan, Tri dan korban memilih menetap tidak pulang sembari tidur-tiduran disana.

Di tempat itulah, korban ditidurkan di salah satu bangku kayu yang telah dipersiapakan pelaku, sembari di rayu tersangka Irfan untuk berhubungan intim layaknya seperti suami-istri. Awalnya korban menolak, namun karena terus rayu dan berjanji akan menikahinya, akhirnya korban pasrah dan terjadilah perbuatan asusila ditempat itu.

Selesai meniduri korban, rupanya rekan Irfan yakni TriĀ  juga mencabuli remaja putri putus sekolah kelas II SMP itu. Perbuatan cabul untuk yang kedua kalinya, dilakukan kedua pemuda terhadap korban di tempat yang sama dengan cara bergantian, setelah kedua pelaku mengajak korbannya mengkonsumsi sabu-sabu.

Kapolsek Tanjungmorawa AKP Telly Alvin bersama Kanit Reskrim Iptu Adi Alfian, membenarkan adanya seorang tersangka cabul yang diserahkan keluarga korban ke Polsek Tanjungmorawa. Kini tersangka Tri Nanda Asmara dilimpahkan ke Polres Deliserdang, sementara itu tersangka Irfan masih buron. (btr)
sumber: http://www.hariansumutpos.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *