CALO CPNS DISIDANGKAN

Medan-andalas Diiming-imingi lulus tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Dinas Kesehatan Pemprov Sumut, Jagentar Parlindungan Pane tertipu. Uang sebesar Rp160 Juta pun lenyap.

Hal ini terungkap dalam sidang perkara perdata yang berlangsung di PN Medan, Kamis (6/9) dimana penggugat Jagentar Parlidungan melalui kuasa hukumnya, menggugat Mariduk Sitorus yang mengaku bisa memasukkan Jagentar Parlindungan Pane jadi PNS.

Mariduk Sitorus, yang mengaku bisa memasukkan PNS dari keluarga Jagentar Parlindungan Pane. Namun sayang, ketika pengumuman PNS dikeluarkan pemerintah nama yang dicalonkan tak kunjung muncul, dan dirinya dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Saat itu memang ponakan saya Maridut pernah bercerita tentang ini. Namun karena tidak lolos PNS, Jagentar meminta uangnya dikembalikan. Saya memang tidak mengetahui proses transaksinya, ponakan saya Mariduk yang menjelaskan kepada saya,” ujar saksi Diana Tampubolon di persidangan.

Saat itu kata Diana, Maridut mengaku ada satu orang temannya, Tigor Nainggolan yang bekerja di kantor Dinas Kesehatan Pemprov Sumut yang akan membantu. Namun sayang, setelah semuanya gagal dan yang dijanjikan untuk lolos PNS dari pihak Jagentar tidak lolos, Tigor hingga sekarang tidak nampak lagi.

“Maridut mengaku kepada saya bahwa temannya Tigor itu yang bisa meloloskan orang PNS. Sama Jagentar sendiri saya tidak kenal. Saya baru tau namanya ketika ponakan saya Mariduk  dijemput oleh kepolisian untuk diperiksa pada 21 Februari 2012 lalu,” ujarnya.

Lanjutnya, pada 22 Februari sekitar pukul 10.00 Wib, ia datang ke Polresta Medan untuk menjenguk ponakannya Mariduk. Di kantor kepolisian, dia menyarankan untuk berdamai dengan Jagentar dan mengembalikan seluruh uang yang ia terima.

Namun akunya, pihak Jagentar mengaku ingin berdame asalkan pihaknya membayar uang sebesar Rp300 juta. Karena kalut, merasa tertekan dan malu, akhirnya mereka menyetujui dengan catatan uang diberikan langsung sebesarRp 50 juta plus satu SHM rumah dan tanah.

“Itu terjadi di kantor Polisi 22 Februari malam. Dan saya menyaksikan itu dan saya juga sebagai saksi. Padahal saya menyarankan kepada istri Mariduk jangan menyetujui hal itu,” ujarnya.

Namun karena, merasa diperas akhirnya pihak Mariduk melakukan gugatannya kepada pihak Jagentar. Melalui JP Siregat, pehasehat hukum penggugat pada saat persidangan mengatakan, pihaknya sebenarnya dari awal menginginkan berdamai.

“Sumpah pocong pun jadi majelis. Bahwa kami awalnya ingin berdamai. Tetapi kenapa mereka menekan kami dan harus membayar uang yang sebenarnya tidak segitu yang diterima klien saya,” ujarnya di persidangan yang diketuai majelis hakim Karto Sirait.

Menanggapi keterangan JP Siregar, hakim anggota, Jonny Sitohang sempat naik darah.  “Saya kan belum selesai bicara, kenapa Anda langsung memotongnya, dari tadi saya mendengar keterangan saksi sepertinya masih ada jalan damainya, sebelum kami (hakim) memberikan putusan, lebih baik tergugat dan penggugat berdamai saja,”terang Jonny di depan persidangangan.

Sementara itu, Dameria Sagala, sebagai penasehat hukum tergugat, di luar persidangan mengatakan semua yang dikatakan saksi sebenarnya bohong. Ia menjelaskan, dasar gugatan pihak Mariduk sebenarnya kalut karena asetnya akan diambil oleh kliennya Jagentar.

“Dia berjanji memasukkan dua orang dari pihak Jagentar masuk PNS di Pemko Binjai dan Pemko Medan tahun 2009 lalu, dengan nominal per orang Rp 160 juta.

Jadi karena yang ia masukkan dua orang, maka uang yang harus dibayar klien saya Rp 320 juta dan itu dibayar cash. Karena tidak lolos, maka klien saya meminta uangnya kembali. Kok malah kami yang digugat,” ujar Dameria.

Lanjutnya, uang yang mereka terima sebesar Rp 50 juta dan satu sertifikat rumah dan satu sertifikat tanah ketika berdamai di kantor kepolisian, pun sebenarnya nominalnya belum mencukupi dari uang yang mereka bayar kepada Mariduk sebesar Rp 320 juta.

“Kami pun memberikan tempo tiga bulan agar uang itu bisa dikembalikan. Tetapi karena mereka merasa hartanya bisa dieksekusi, akhirnya mereka menggugat dengan alasan kami melakukan perbuatan melawan hukum. Kami juga aneh, melawan hukum yang seperti apa,” ujarnya.

Pihaknya juga menyatakan, dalam surat perjanjian damai kedua belah pihak berjanji tidak akan melakukan gugatan dikemudian hari. “Semua itu dilakukan tanpa paksaan. Tapi mereka ternyata menggugat kami. Tunggu saja, kami juga tengah melaporkan pidana pihak Mariduk,” ucapnya. (FEL)
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

1 Response to CALO CPNS DISIDANGKAN

  1. Pingback: กล่องอาหาร

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *