BANGUNAN SMKN 1 BAKTIYA BARAT TERBENGKALAI

Aceh Utara-andalas Banyak proyek baru di SMKN 1 Baktiya Barat yang dikenal baru, kendati bangunan itu masih setengah jadi, tapi masih terbengkalai. Areal SMKN 1 Baktiya Barat, yang terletak di sudut Desa Lhok Iboh, Kecamatan Baktiya Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara seluas 1,8 hektar yang sudah didirikan bangunan oleh kepala sekolah yang lama T Miftahuddin, 2,2 hektar lagi masih jadi lahan kosong.

Lima jurusan yang dikelola SMK tersebut sangat mendukung pembangunan pendidikan di sekolah tersebut.

Pasalnya, kelima jurusan itu, yakni Teknik Tata Busana, Teknis Las, Teknik Disignergrafis, Teknik Furniture dan Teknik Multimedia saling membutuhkan masing-masing ruang. Laboratorium juga ruang praktek sendiri, namun sayangnya pembangunan yang ada di sekolah kejuruan itu terbengkalai dan amburadul.

Dimulai dari pelaksanaan pembangunan gedung utama, kepala sekolah dan sebagai ruang kantor dewan guru, namun gedung dua tingkat yang dibangun tahun 2006 tersebut, hingga pekan ini hanya mencapai realisasi 40 persen progres pembangunannya. Pembangunan itu juga mengacaukan kontrol sosial, karena ketidakjelasan anggaran. PPK juga PPTK yang terkait.

Berdasarkan keterangan Ismail MPD, kepala sekolah yang baru beberapa bulan menggantikan T Miftahuddin, seharusnya Dewan guru sangat perlu memfasilitasi gedung itu, agar gedung RKB yang ditempatkan sekarang bisa digunakan sebagai ruang dasar belajar siswa.

“Gedung tersebut saya kurang tau, berapa jumlah anggarannya, tapi yang jelas kita sudah meminta kepada kepala sekolah yang lama, gimana bisanya, gedung tersebut diselesaikan segera. Karena siswa tidak ada ruang belajar, sementara yang kita gunakan untuk ruang belajar, gedung Lab dan perpustakaan serta ruangan yang lainnya. Namun kepala sekolah yang lama hanya menjawab akan segera dilaksanakan. Sudah hampir beberapa bulan belum juga ada respon,” terangnya kepada andalas, di SMKN 1 Baktiya Barat, kemarin.

Ia menyebutkan, lima jurusan itu masing-masing mebutuhkan tiga tersendiri. Jadi, lima ruang yang dibutuhkan, cuma delapan ruang saja yang tersedia.

Sedangkan tujuh ruang lainnya, pihak sekolah memanfaatkan ruang lain yang semestinya dibutuhkan untuk keperluan yang lainnya. Pihak sekolah mengaku kekurangan ruang, sedangkan pembangunan ada, tapi masih telantar.

Berikutnya, dua paket bangunan bantuan sosial dari program block grand, Pemerintah Pusat tahun 2011 lalu juga ikut terbengkalai bersama dua bangunan lainnya.

Yaitu gedung utama dan pembangunan gedung praktikum perbengkelan. Yang sekarang sudah difasilitasi dengan alat praktik pengolahan kelapa terpadu.

Dua paket bantuan block grand dikabarkan tidak dicairkan anggaran sharing, sebab bangunan itu sudah ditelantarkan pihak sekolah yang lama.

Sementara itu masing-masing paket, untuk paket satu dibangun dua unit ruang RKB dan yang satunya lagi sebagai laboratorium Tata Busana. (EN)
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *