AWAS! 3 EKOR BUAYA LEPAS DI DELITUA

Ratusan Warga Namorambe Demo Tutup Ternak Buaya

IMANUEL SITEPU. DELITUA.Ratusan warga Dusun III Desa Delitua (Kec. Namorambe) Hunjuk rasa di lokasi peternakan buaya di desa mereka, menuntut Pemkab Deliserdang segera menutup usaha yang membahayakan warga desa [Jumat 7/9].

Hadir dalam hunjuk rasa tersebut diantaranya Camat Namorambe drs. Hendra Wijaya, Kapolsek Namorambe AKP SH Karo-karo beserta pihak penangkar buaya yang diwakili oleh N. Kaban. Para penghunjuk rasa terdiri dari murid sekolah dasar, ibu rumah tangga dan pria dewasa lainnya dimulai sekitar Pkl. 10:30 Wib dengan berjalan kaki dari Balai Desa di dusun tersebut ke lokasi peternakan yang berjarak sekitar beberapa ratus meter.

Tokoh masyarakat setempat Fendi Barus di hadapan petugas kepolisian dan Muspika setempat yang berada di pintu gerbang masuk penangkaran buaya mengatakan, penduduk merasa terancam kehidupannya dengan adanya penangkaran buaya di desanya. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya buaya yang lepas dari lokasi penangkaran sehingga menyebar ke rumah penduduk sekitar. “Lepasnya buaya tersebut bukan hanya satu kali terjadi tetapi telah dua kali yakni pada tahun 2009 dan pada 6 September 2012,” ungkapnya.

Dijelaskanya, di tahun 2009, pihak penangkar buaya berjanji bila terjadi buaya lepas akan menutup usahanya di desa tersebut. Terhadap hal itu warga Dusun III Desa Delitua mendesak pihak Kecamatan dan Pemkab Deliserdang segera menutup usaha penangkaran buaya tersebut. Dalam kesempatan itu Fendi mengatakan, buaya yang lepas saat ini diperkirakan sebanyak 3 ekor, yang tertangkap 1 ekor sedangkan yang 2 lagi ke mana? Keadaan seperti ini sangat membahayakan penduduk terutama anak-anak. Tak aneh bila warga sangat resah.

Pengawas penangkaran buaya N. Kaban kepada wartawan mengakui 3 ekor buaya miliknya lepas dari penangkaran dan akan dilakukan pencarian dengan menyisir rawa-rawa sekitar penangkaran dan ke pemukiman warga. Buaya yang tertangkap tersebut menurut Kaban berusia sekitar 3 tahun berasal dari Kalimantan. Dibawa ke penangkaran Namorambe saat berusia sekitar 1 tahun. Menurutnya, sebelum ditemukan warga, pihaknya sudah merasa kehilangan.

Untuk memenuhi tuntutan warga, Kaban mengatakan akan mengadakan pertemuan dengan masyarakat di balai desa setelah pimpinannya dari luar daerah kembali ke Medan. Setelah menerima penjelasan dari Muspika dan pihak penangkar buaya, ratusan warga sepakat kembali ke rumah masing-masing dan bersedia mengikuti pertemuan dengan pengusaha membicarakan di balai desa.
sumber : http://www.sorasirulo.net

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *