WARGA TANGKAP DUA PELAKU JAMBRET DAN SERAHKAN KE POLSEK TAMORA

Tanjung Morawa, (Analisa). Warga Lorong III Gang Pembangunan Kelurahan Pekan Tanjung Morawa Kecamatan Tanjung Morawa, menangkap dua pelaku penjambretan, dan menyerahkannya ke Mapolsek Tanjung Morawa, Kamis (6/9).
Diketahui kedua pelaku, Tomi (19),Jalan Bandar Labuhan Gang Inpres dan Wendy (19), Jalan Pembangunan Keluharan Tanjung Morawa, Kecamatan Tanjung Morawa terpaksa berurusan dengan hukum setelah tertangkap oleh warga, setelah menjambret Dompet milikkorban, Arnita (42), warga Perumahan Permai Pasar VI Desa Bangun Sari, yang diletakkan didepan sepeda motor yang dikenderai korban.

Sebelum diserahkan ke Mapolsek Tanjung Morawa, kedua pelaku sempat dikeroyok oleh masyarakat, akibatnya kedua pejambret tersebut mengalami luka memear disekujur tubuhnya, dan nyaris dibakar warga hidup-hidup.

“Saya baru keluar rumah untuk menjemput anak di sekolah. Gak taunya ada orang naik motor lalu mengambil Dompet saya,” kata Arnita kepada petugas di Polsek Tanjung Morawa.

Dompet berisi uang tunai Rp 1 juta setelah kedua pelaku, kabur dengan mengenderai sepeda motor Zupiter MX BK 5608 MAI, saat itu korban lalu berteriak minta pertolongan. Alhasil warga yang mendengar teriakannya warga langsung mengejar.

Kemudian kedua pelaku menancap gas menuju arah ke Medan. Namun, puluhan pengedara motor lain yang mendengar teriakan korban, ikut andil melumpuhkan penjambret tersebut.

Kedua pelaku langsung tersudut di jalan, sehingga terkepung dan tidak mampu melarikan diri setelah mereka dipukul oleh sejumlah warga. Polisi yang mendengar informasi tersebut meluncur ke lokasi perkara untuk meredam emosi warga. Sehingga nyawa keduanya berhasil diselamatkan oleh petugas.

Menurut pengakuan Tomi kepada Tim Penyidik Polsek Tanjung Morawa, dilakukannya penjambretan tersebut untuk memenuhi kebutuhannya membelikan susu anak pertamanya yang baru lahir.

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Morawa Iptu Adi Alfian dikonfirmasi Harian Analisa di ruang kerjanya, membenarkan kejadian itu dan kini kedua pelaku sedang menjalani pemeriksaan dan dijerat dengan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman 5 tahun penjara. (bip)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *