ULAMA MINTA PENGIKUT ALIRAN SESAT DI ACEH BARAT BERTOBAT

Banda Aceh, (Analisa). Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Drs Tgk H Ghazali Mohd. Syam meminta pengikut Jamaah Laduni di Kecamatan Kaway XVI Aceh Barat, untuk segera bertobat dan minta ampun kepada Allah atas segala kekhilafan yang telah dilakukan.
“Kepada Saudara-saudara yang telah keliru memahami ajaran agama, kembalilah ke ajaran yang benar. Allah sangat mencintai orang-orang yang bertobat atas kesalahan yang pernah dilakukan. Jangan pertahankan yang salah,” Ghazali Mohd. Syam dalam pertemuan kelompok pengikut Jamaah Laduni dengan MPU Aceh, Kanwil Kemenag Aceh, Bupati Aceh Barat dan pejabat setempat di Mapolres Aceh Barat, Rabu (5/9).

Sebagaimana diberitakan, awal September lalu di Desa Beureugang, Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat, muncul aliran Jamaah Laduni sekitar 20 orang di wilayah itu. Senin (3/9). Kelompok itu bertemu dan berdialog dengan MPU setempat yang berakhir ricuh. Ajaran ini dinyatakan sesat karena mewajibkan pengikutnya shalat cukup tiga kali sehari, Maghrib, Insya dan Shubuh. Mereka juga mengajarkan kepada pengikutnya tidak wajib shalat Jum`at. Ajaran ini berkembang di Gunong Seumot Kabupaten Nagan Raya.

Rombongan Kanwil Kementerian Agama Aceh dipimpin Kakanwil, Drs Ibnu Sa’dan didampingi Kabid Penamas Drs H.Bukhari, MA, Kasubbag Hukmas dan KUB Juniazi, S.Ag dan Drs H Aiyub, MA, penyuluh pada Kanwil Kemenag Aceh. Sementara rombongan MPU Aceh dipimpin Ketua MPU dan Kabag Humas MPU Aceh, Drs Husnul Maab. Rombongan turun ke lokasi kejadian didampingi Kakankemenag Aceh Barat, Drs M.Arief, MA dan pejabat Kemenag setempat.

Turut dalam rombongan Camat Kaway XVI, MPU Kecamatan, KUA Kecamatan setempat dan sejumlah tokoh masyarakat wilayah Beureugang. Pertemuan antara Bupati Aceh Barat, Kakanwil Kemenag Aceh, Ketua MPU Aceh, MPU Aceh Barat, Kasdim Aceh Barat, dengan pengikut Jamaah Laduni difasilitasi Kapolres Aceh Barat AKBP Artanto, SIK.

Belajar dengan Guru

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Drs H Ibnu Sa`dan, M.Pd dalam kesempatan pertemuan dengan kelompok pengikut Jamaah Laduni, mengajak pengikut aliran sesat itu untuk mempelajari Islam melalui proses pembelajaran dengan guru.

“Belajar Islam mesti ada guru, bukan ikut-ikutan atau karena meniru-niru. Karenanya, apa yang telah saudara-saudara perbuat minta ampun kepada Allah. Bapak-bapak bukan orang yang salah sehingga ditangkap, tetapi diamankan sementara waktu untuk dilakukan pembinaan, dialog, diskusi sehingga muncul kembali kesadaran untuk memahami Islam dengan sebenarnya. Kami terharu dan menyambut kembali saudara-saudara ke jalan kebenaran,” ungkap Kakanwil.

Salah seorang anggota pengikut Jamaah Laduni, Tgk Zubaidi minta waktu untuk bicara kepada pimpinan pertemuan. “Ini kebodohan kami orang yang tidak berilmu. Bimbing kami yang salah ini. Nasehati kami dan kami janji tidak akan mengulangi lagi kesalahan kami,” kata Zubaidi.

Ke-20 orang pengikut jamaah ini telah disyahadatkan kembali dan saat ini dalam pembinaan MPU, Kementerian Agama dan pemerintah setempat. Sementara waktu mereka diamankan di Mapolres Aceh Barat.

“Jika mereka sudah insaf, sudah dibina, kita akan peusijuek untuk kita kembalikan ke masyarakat. Mudah-mudahan masyarakat menerima mereka kembali,” ujar Kapolres Aceh Barat

Secara khusus Kakanwil Kemenag Aceh meminta Kakankemenag Aceh Barat dan jajarannya untuk menyikapi masalah ini, sehingga persoalan aliran sesat tidak berkembang lagi di daerahnya. “Saya meminta penyuluh agama yang ada di gampong untuk meningkatkan peran dan fungsinya di tengah umat, termasuk mendeteksi dari awal terhadap penyimpangan ajaran agama di wilayahnya,” harap Ibnu Sa’dan. (mhd)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *