POLRES DELI SERDANG MUSNAHKAN BARANG BUKTI 20.9 KG GANJA

Lubuk Pakam, (Analisa). Polres Deli Serdang memusnahkan/membakar 20.9 Kg ganja barang bukti dari tiga kasus yang berhasil diungkap sebelumnya dihalaman Sat Res Narkoba Mapolres Jalan Sudirman Lubuk Pakam,Kamis (6/9) pagi.
Kapolres Deli Serdang AKBP H Wawan Munawar SIK MSi mengatakan ganja yang dimusnahkan sebanyak 13.5 Kg merupakan barang bukti dari tersangka TS alias Hendra (34) dan TAN (29) warga Desa Limau Manis Tanjung Morawa serta H alias Benua warga Desa Kota Lintang Kecamatan Blang Kejeren Kabupaten Gayo Lues NAD.

Pada 28 Juli 2012 pukul 06.00 WIB, petugas menangkap TAN dan H alias Benua di Pasar XV Desa Limau Manis berikut barang bukti 2 Kg ganja.

TAN kepada petugas mengatakan daun haram itu diperolehnya dari bandar TS alias Hendra. Selanjutnya petugas menyatroni TS alias Herman dan berhasil menangkapnya berikut barang bukti 11.5 Kg ganja.

TS alias Herman mengaku ganja itu dibelinya dari Daim warga Desa Gajah Kecamatan Pining Kabupaten Gayo Lues yang kini telah masuk Daftar pencarian orang (DPO) dan masih terus diburon.

Sementara 7 Kg ganja lainnya barang bukti dari tersangka ES (28) tukang ojek warga Gang Mesjid Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Deli dan KE alias Fendi (32) supir warga Jalan Gelugur Kelurahan Gelugur Kecamatan Medan Timur.

Pada 18 Agustus 2012 pukul 02.15,kedua tersangka ditangkap petugas di Dusun III Penampungan Desa Deli Tua Kecamatan Namorambe berikut barang bukti 7 Kg ganja.

Sukses penangkapan berkat informasi dari masyarakat yang curiga dan resah melihat aksi kedua tersangka yang diduga sering mengedarkan ganja dil ingkungan mereka.

Kedua tersangka mengaku, daun haram itu baru mereka beli dari seorang pria yang tidak diketahui identitasnya dikawasan Titi Kuning.

Sedang 1 Kg ganja lainnya barang bukti dari tersangka TH alias Sudo saat sedang mengamplopi ganja tersebut untuk diedarkan pada 23 Agustus 2012 pukul 10.30 WIB dirumahnya Dusun IV Desa Pantai Labu Pekan Kecamatan Pantai Labu.

Barang bukti ganja yang ditemukan dalam tiga kasus itu sebanyak 21.5 Kg namun 267.2 gram disisihkan untuk kepentingan Labfor Poldasu dan 267.2 gram lagi untuk barang bukti kepengadilan.

Pada kesempatan itu,Kapolres H Wawan Munawar mengucapkan terima kasih atas kinerja personil Polresta Medan,Sat Res Narkoba Polres Deli Serdang, Polsek Namorambe dan Polsek Beringin yang telah berhasil mengungkap tiga kasus narkotika tersebut.

Pembakaran barang bukti dilakukan oleh Kapolres H Wawan Munawar,Kepala BNN Kabupaten Deli Serdang AKBP Drs Magdalena Sirait SSi,Deni Syafrianto SH dari PN Lubuk Pakam,Siti Chairani SH dari Kajari Lubuk Pakam,Kasat Res Narkoba Polres Deli Serdang AKP Charles Simanjuntak, Sekretaris Dinas Kesehatan Deli Serdang HM Nisrajuddin SE dan penasehat hukum prodeo Polres Deli Serdang Iwan Yusri SH. (sk)
Seorang Warga Meninggal Saat Sweeping

Binjai, (Analisa). Sebanyak 20 warga Kelurahan Setia Kecamatan Binjai Kota, yang terjaring dalam aksi sweeping petugas kepolisian Rabu kemarin, akhirnya dibebaskan pada Kamis (6/9).
Pembebasan tersebut disambut gembira oleh pihak keluarga yang telah menunggu sejak siang di Mapolresta Binjai. Beberapa orangtua bahkan menangis saat dipersilahkan oleh petugas kepolisian untuk membawa anaknya pulang.

Kepada wartawan, Kapolresta Binjai AKBP Musa Tampubolon menjelaskan, dari sekitar 23 orang yang diamankan, 19 orang diantaranya dibebaskan karena tidak terbukti terlibat dalam aksi perusakan dan pembakaran yang terjadi di Jalan T Imam Bonjol Kelurahan Setia Kecamatan Binjai Kota, Sabtu malam lalu.

Sementara seorang lagi dibebaskan setelah tidak terbukti memiliki dan menyimpan barang bukti narkoba jenis ganja saat dilakukannya sweeping oleh polisi.

Pembebasan dilakukan setelah pihak kepolisian tidak memperoleh cukup bukti terkait keterlibatan 19 dari 20 warga dalam aksi anarkis serta tindakan provokasi di lokasi kerusuhan.

Pembuktian dilakukan berdasarkan yang sempat terekam kamera CCTV milik korban.

Sebelum diijinkan pulang ke rumah masing-masing, ke-20 warga yang dibebaskan terlebih dahulu memperoleh pengarahan dan wajib menandatangani surat perjanjian untuk tidak lagi melakukan tindakan-tindakan kriminal dan terpancing untuk melakukan aksi provokatif.

Tersangka

Sementara itu, 8 warga yang juga ikut terjaring dalam aksi penyisiran oleh polisi akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Dari seluruh tersangka yang ditahan, 2 orang diantaranya ditahan atas keterlibatannya dalam aksi perusakan dan pembakaran, sedangkan 5 tersangka yang lain ditahan setelah terbukti memiliki, menyimpan dan mengkomsumsi narkoba.

Penambahan tujuh tersangka pasca sweeping polisi menambah jumlah tersangka yang diamankan di Mapolresta Binjai menjadi 14 orang. Dari jumlah keseluruhan, 7 tersangka ditahan atas tuduhan keterlibatan mereka dalam aksi anarkis massa, sedangkan 7 tersangka lainnya ditahan atas tuduhan kepemilikan dan penyalahgunaan narkoba.

Meninggal Dunia

Sementara Bahtiar Jambi warga Jalan T Iman Bonjol Lingkungan III Kelurahan Setia Kecamatan Binjai Kota meninggal dunia, pada Kamis (6/9). Diduga, kakek berusaia 76 tahun ini meninggal dunia setelah serangan jantung akibat keributan yang terjadi saat berlangsungnya penyisiran (sweeping) petugas kepolisian di daerah itu.

“Sebelum meninggal dunia, ayah sempat kami bawa ke RSP Bangkatan Karena keterbatasan peralatan medis, ia pun dirujuk menuju RS Artha Medica. Namun ia justru menghembuskan nafas terakhir saat coba ditangani oleh perawat,” ungkap Zulhairi yang tak lain ialah anak kedua Bahtiar.

Selanjutnya Zulhairi bercerita, “Saat ayah mengeluh sakit, memang pada malam itu sedang berlangsung aksi sweeping oleh polisi. Kami menduga ayah mengalami serangan jantung setelah terkejut ketika rumahnya didatangi beberapa orang polisi,” katanya.

“Kami bingung dengan aksi yang dilakukan polisi. Sebab terkesan tidak beretika dan menyalahi prosedur. Karena ketika mereka mencoba masuk ke rumah, sama sekali tidak ada secarik kertas pun yang mereka tunjukan sebagai bukti adanya surat perintah penggeledahan maupun penangkapan. Bahkan salah seorang petugas sempat mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas didengar,” tambahnya.

Atas kejadian ini, pihak keluarga menuntut agar pihak kepolisian bertanggungjawab. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali sehingga akan merusak citra dan nama baik kepolisian

Kapolresta Binjai AKBP Musa Tampubolon saat dikonfirmasi wartawan melalui pesawat telepon justru mengatakan jika pihaknya sama sekali tidak pernah memerintahkan anggotanya untuk melakukan razia pada malam hari. Namun demikian, ia akan mendalami kejadian ini dengan memeriksa sejumlah pertugas yang melakukan penyisiran di wilayah itu.

“Razia hanya dari pukul 4 sore hingga 5 sore. Kalau pukul 01.15 dinihari tidak ada kami lakukan razia lagi. Terkait hal yang ditanyakan, anggota polres yang juga warga Jalan T Imam Bonjol menjelaskan jika tetangganya tersebut memang sudah lama sakit. Lagi pula, provost sudah saya perintahkan cek dan dalami,” jelas Kapolres. (wa)
sumber: http://analisadaily.com

 

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *