SALURAN IRIGASI TERTIMBUN LONGSOR, 70 HEKTAR AREAL PERSAWAHAN KEKERINGAN

Pematangsiantar, (Analisa). Saluran irigasi Bahal Gaja longsor, hingga air tidak dapat mengalir ke daerah hilir irigasi, karena tertimbun. Akibatnya, seluas 70 hektar areal persawahan yang ditanami padi usia 2 bulan kini mengalami kekeringan.
Menurut salah seorang petani Lintong Siahaan (45) penduduk Dusun Manik Silau Desa Tiga Bolon Kecamatan Sidamanik, longsornya pinggiran saluran Irigasi Bahal Gaja sekitar sebulan lalu dan tidak mendapat perhatian dari Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Simalungun.

Kepala Bidang Oksploitasi dan Pemeliharaan Dinas PSDA Simalungun, Ir Eko Haryanto ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (5/9) membenarkan longsornya saluran irigasi itu, hingga menutup saluran irigasi. Akibatnya, debit air irigasi tidak berfungsi.

Tidak berfungsinya saluran irigasi Bahal Gaja itu, menurut Eko Haryanto berakibat tanaman padi yang usia dua bulan terancam kekeringan.

Untuk penanggulangan sementara, Dinas PSDA merencanakannnya,namun belum ada laporan real dari Kepala Cabang Dinas PSDA jenis upaya penanggulangan apa yang bakal dilakukan.

“Memang kita tidak ada menampung anggaran untuk mitu di APBD Simalungun, karena itgu merupakan bencana. Tetapi untuk mengatasi masalah itu, harus dilakukan penanggulangan guna menghindari kerugian di pihak petani,” katanya.

Jika seluas 70 hektar tanaman padi tidak diselamatkan, dapat dibayangkan berapa besar kerugian petani,ujar Eko Haryanto. Lintong Siahaan mengharapkan untuk secepatnya untuk melakukan penanggulangan, meningat hanya dari penghasilan bercocok tanam inilah yang diharapkan para petani.

Tarutama usia tanaman padi yang baru 2 bulan ini, menurut pengalaman Lintong Siahaan sangat membutuhkan air dan Pemkab Simalungu n perlu memprioritaskan penanggulangan sementara, ujar Lintong.(ama)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *