PEMKO MEDAN:TRANS MEDAN TIDAK AKAN SINGKIRKAN ANGKOT

MedanBisnis – Medan. Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan Reinward Parapat mengatakan, operasional mass rapid transport (MRT) angkutan massal Trans Medan tidak akan menyingkirkan angkutan kota (angkot) yang sudah eksis melayani masyarakat di Kota Medan. Tetapi kehadiran angkutan Trans Medan akan bersinergi dengan angkot yang  sudah ada yakni menjadi feeder (pemasok/pengumpan penumpang) bagi angkutan massal tersebut.
Hal tersebut dikemukakan Reinward Parapat dalam sambutannya mewakili Walikota Medan pada “Silaturahim Hari Raya Idul Fitri 1433 H dan Tepung Tawar Calon Jemaah Haji serta Pemberian Santunan kepada 50 Anak Yatim Piatu” yang digelar Koperasi Pengangkutan Umum Medan (KPUM) di Wisma Kartini, Medan, Rabu (5/9).

Reinward menegaskan hal itu menyahuti keresahan  yang melanda pemilik armada angkot di Kota Medan yakni bakal tersingkir jika Trans Medan sudah beroperasi. “Kehadiran angkutan massal bukan untuk mematikan angkutan kota yang sudah ada melainkan justeru meningkatkan pelayanan kepada masyarakat terkait penyediaan jasa angkutan,” tegas dia.

Dikatakannya, kebutuhan angkutan massal di Kota Medan merupakan tuntutan dari UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang mewajibkan pemerintah menyediakan angkutan umum yang baik bagi masyarakat. Salah satunya menyediakan angkutan umum massal berkapasitas angkut besar.

UU tentang LLAJ, lanjut Reinward, dipertegas melalui Peraturan Presiden (Perpres) No 62/2011 tentang Kawasan Medan Binjai, Deliserdang dan Karo (Mebindangro) yang menetapkan Kota Medan harus menyediakan angkutan umum massal  sebelum tahun 2014.

“Sesuai dengan aplikasi yang sudah dilakukan beberapa kota besar di Indonesia yang memiliki angkutan missal seperti busway Trans Jakarta menunjukkan jumlah penumpang angkutan umum mengalami peningkatan yang signifikan. Jadi kondisi tersebut merupakan hal yang positif bagi kesinambungan operasional angkutan umum,” kata Reinward yang juga mengajak para pengemudi angkot di Kota Medan agar ikut mewujudkan budaya tertib lalu lintas.

Sebelumnya, Ketua Umum KPUM T Ferdinand Simangunsong dalam sambutannya kembali meminta Pemko Medan agar melibatkan para pengusaha angkot di Kota Medan mewujudkan angkutan Trans Medan. Alasannya, selain pengusaha angkot telah banyak berkontribusi memajukan Kota Medan, pengusaha angkot di Medan juga memiliki kemampuan untuk dilibatkan dalam konsorsium Trans Medan.

Pada acara yang diisi dengan tausiah oleh Ustadz H Hasrat Efendy Samosir, pihak KPUM membagi-bagikan bingkisan/santunan kepada 50 anak yatim dari PA Alwasliyah Brayan Medan dan menepungtawari sekaligus memberangkatkan empat orang calon jemaah haji dari anggota KPUM. (sarsin siregar)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *