OKNUM POLISI BERGAYA PREMAN PUKULI WARGA

MEDAN – Aksi main ala preman yang dilakukan oleh oknum polisi kini kembali terjadi. Misfan (36) warga Pasar III Datuk Kabu Gang Bineka Tunggal Ika Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan, telah menjadi korban penganiayaan oleh seorang oknum Provost Polresta Medan berinisial IS, Senin (03/09) lalu sekitar pukul 15.00 Wib di Pasar II Desa Bandar Klippa, Kecamatan Pecut Seituan.

Ceritanya, korban bersama seorang temanya mengecek lokasi lahan garapan di Pasar II Desa Bandar Klippa dimana ada seseorang yang menjetor lahan garapan disebut-sebut milik oknum Provost Polresta Medan berinisial IS.

Namun, saat korban dan temannya hendak pulang dengan mengendarai mobil, korban dicegat oleh IS dan Senin teman oknum Provost yang kala itu, IS dan Senin juga mengendarai Mobil milik IS. Pada saat itu, IS dan Senin mempertanyakan keberadaan korban di lokasi lahan garapan. Namun, belum sempat, korban menjawab, IS memukul wajah korban hingga korban mengalami luka tepat dikening kiri hingga mengeluarkan darah segar.

“Saat itu, saya dan teman hendak pulang ke rumah karena sudah senja. Di tengah jalan IS (oknum Provost Polresta Medan-red) besama seorang warga bernama, Senin mencegat saya. Dia (IS) marah-marah dan mengeluarkan senpinya ke arah saya. Belum sempat saya menjawab, IS sudah memukuli saya hingga luka,” kata korban yang sedang mengalami perawatan medis di Rumas Sakit Marthondi di Medan, hari ini.

Atas kejadian itu, korban bersama temannya langsung melaporkan peristiwa itu ke Polsek Percut Seituan. Namun, laporan korban ditolak. Saya ditolak saat melaporkan penganiayaan itu di Polsek Percut Seituan. Saya disuruh melaporkan peristiwa itu ke Polresta Medan.

Masih korban, karena ingin menuntut keadilan atas apa yang sudah diterimanya, korban bergegas ke Polresta Medan. Namun, lagi-lagi, korban disuruh kembali ke Polsek Percut Seituan guna melaporkan peristiwa itu.

“Sampai di Polresta Medan, saya disuruh kembali melaporkan peristiwa penganiayaan ke Polsek Percut Seituan. Karena, Tempat Kejadian Perkara (TKP) di wilayah hukum Polsek Percut Seituan. Saya seperti dibola-bola atas penganiayaan yang saya terima,” ujarnya kesal.

Guna menunutut keadilan, korbanpun kembali mendatangi Mapolsek Percut Seituan untuk mengadukan peristiwa tersebut. Tapi ironisnya, setelah korban melaporkan kejadian itu di Mapolsekta Percut Seituan,  sesuai Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor : STTPL /2507 / K / IX / 2012 / Percut tertanggal  03/09 ada yang aneh dirasakan korban.

“Yang saya laporkan IS oknum Provost Polresta Medan yang sudah memukuli saya dan nyaris menembak saya. Tapi, mengapa Polsek Percut Seituan menyebutkan, Senin (teman IS oknum Provost-red) sebagai pelakunya. Inikan aneh,” tanyanya heran.

Sementara Sutan Nasution salah seorang praktisi hukum di Medan sangat menyayangkan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi tersebut “Kita sangat menyayangkan bila kasus ini benar terjadi. Korban melaporkan IS ke polisi. Tapi, mengapa Senin teman IS yang menjadi pelakunya.

Kita minta kepada Polsek Percut Seituan umumnya dan Polresta Khususnya untuk melakukan tugas serta fungsinya sesuai dengan visi dan misi Polri serta moto Polri. Melindungi, mengayomi dan melayani. Bukan malah melakukan dugaan pengkaburan data, ” pungkasnya.
sumber: http://waspada.co.id

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *