7 PELAKU KERUSUHAN BINJAI DITETAPKAN

MEDAN – Dari 27 orang menjalani pemeriksaan terkait kerusuhan di Kota Binjai  beberapa hari  lalu, Kepolisian Resort Kota (Polresta) Binjai telah menetapkan 7 orang tersangka. Seorang tersangka termasuk pelaku perampokan yang sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djoelham Binjai.

Kasubdit III Umum Dit Reskrimum Polda Sumut, AKBP Andry Setiawan  menjelaskan, bahwa  dari 27 yang diamankan, tujuh diantaranya terbukti melakukan pelemparan, membakar dan lain sebagainya. “Tujuh orang tersebut telah ditetapkan sebagai  tersangka dan ditahan,” jelasnya, di Medan, hari ini.

Menurut Andry, tujuh orang tersangka tersebut yakni, Yahya (15), warga Jalan Imam Bonjol, berperan angkat lemari dan membakarnya, Gibing (16), warga Jalan Imam Bonjol berperan melempar rumah, Dio (15) warga Jalan Palembang Binjai Selatan berperan mengangkat lemari dan membakar, Dedi (28) warga Jalan Imam Bonjol berperan membuka pintu ruko, mengangkat lemari dan membakarnya, Diki (15) warga Jalan Imam Bonjol berperan mengangkat meja dan membakarnya, Edo (28) warga Jalan Imam Bonjol berperan melempar rumah dan M Nasril (19) warga Jalan Imam Bonjol yang berperan melempar rumah.

Para tersangka tersebut ditangkap dan diamankan  petugas Polresta Binjai yang bergabung dengan personel Polda Sumut dan Brigadir Mobil (Brimob) Kompi A Binjai pada Rabu (5/9) sekitar pukul 16.00 WIB hingga malam, setelah  melakukan penyisiran ke Kelurahan Setia, Jalan Imam Bonjol, Personil gabungan yang mempergunakan senjata lengkap senjata laras panjang dan pendek serta  anjing pelacak yang dibawa dari Polda Sumut.

Menurut Andry, penangkapan yang dilakukan personil gabungan tersebut mendapat perlawanan dan dihalang-halangi ibu-ibu, karena merasa anak-anak mereka tidak ikut melakukan kerusuhan malam minggu lalu, yang mengakibatkan rumah  Ahwan rusak dan se isi rumahnya ikut hancur.

Bak pepatah, sekali Kayuh dua tiga pulau terlampui, selain menangkap warga yang diduga ikut dalam aksi kerusuhan tersebut,  polisi juga mengamankan beberapa orang yang sedang melakukan transaksi narkoba di wilayah tersebut. Dari empat orang warga dari yang diamankan, satu di antaranya adalah bandar narkoba jenis sabu-sabu. Dari tangan bandar sabu-sabu ini, petugas berhasil mengamankan sabu seberat 100 gram.

“Polda Sumut sifatnya hanya memback up saja. Kasus ini akan terus kita kembangkan,” jelas Andry, sembari mengatakan, bahwa ke-20 orang warga yang tidak terbukti turut serta dalam kerusuhan tersebut dipulangkan dengan jaminan pihak kelurahan.
sumber: http://waspada.co.id

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *