2 PELAKU JAMBET NYARIS TEWAS DIPERMAK MASSA DI PADANGBULAN

IMANUEL SITEPU. MEDAN. 2 spesialis jambet jalanan, Doli Amanda Siregar (25) warga Jl. Pelajar Gg. Pasaman (Medan Kota) dan Hendri Ramadan (22) warga Jl. Denai Gg. Berdikari (Medan Denai) nyaris tewas di bal-bal warga [Kamis 6/9 sekira Pkl. 15.00 Wib]. Kedua sohib ini nyaris dibakar warga karena ketahuan sedang menjalankan aksinya di dekat Wisma Sibayak, Padangbulan (Medan).
Informasi yang dihimpun Sora Sirulo di Mapolsek Delitua menyebutkan, siang itu, kedua jambret sedang mencari-cari mangsanya dengan menggunakan Satria FU warna hitam BK 6414 XE. Setibanya di TKP, keduanya melihat Risma Agnes Br Sitinjak (62) warga Pala XIV Perumnas Simalingkar tengah menunggu angkot hendak pulang ke rumahnya setelah menghadiri pesta di Wisma Sibayak.
Melihat Risma menggunakan kalung emas, keduanya pun menghampirinya. Dengan secepat kilat, Doli pun menyambarnya. Hendri pun memacy sepeda motornya dengan kecepatan tinggi. Karena kaget dijambret, Risma menjerit rampok. Mendengar teriakan korbannya, seketika Hendri gugup dan langsung menghantam mobil Katana yang melintas. Tahu yang jatuh tersebut rampok, tanpa dikomando, warga langsung mememukulinya. Tak puas begitu saja, warga yang resah dengan aksi rampok jalanan ini berteriak “bakar-bakar”. Mendengar itu warga pun menyeret kedua pelaku ke arah sepeda motor yang digunakannya.

Keberuntungan masih berpihak kepada kedua tersangka, saat kejadian itu Tugas Luar (TL) Polsek Delitua yang kebetulan melintas langsung mengamankan keduanya dari amuk massa. Bersama barang bukti kedua pelaku diboyong ke Mapolsek Delitua guna pengusutan lebih lanjut. Tak berselang lama Risma Agnes Br Sitinjak pun membuat pengaduan. Hendri Ramadan saat dikofirmasi mengatakan: ”Aku baru dua kali menjambret, bang. Mulanya di kawsan Padangbulan. Ini kali yang ke dua. Aku perlu uang untuk biaya hidup, bang. Kedua orangtuaku sudah tiada lagi,” ujar karyawan pabrik alumenium Denai ini.

Dikatakan anak ke dua dari 5 bersaudara ini lagi: ”Kereta yang kami pakai itu milik abangku. Kupinjam tadi pagi. Kalau dia tau keretanya kupakai jambret mungkin aku akan dimarahinya,” ujar Hendri sambil meringis kesakitan. Pengakuan Doli Amanda Siregar juga tak jauh berbeda. “Aku menjambret baru 2 kali, bang. Dua-duanya sama Hendri, bang. Aku butuh uang, bang, karena kerjaanku hanya bantu orangtua jual durian di Medan,” ujar anak ke dua dari 4 bersaudara ini.

Kapolsek Delitua Kompol SP Sinulingga melalui Kanit Reskrim AKP Semion  Sembiring saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. ”Saat ini kedua tersangka masih kita periksa,” ujar Semion.
sumber : http://www.sorasirulo.net

This entry was posted in Berita, Berita dan Informasi Utk Takasima. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *