2.314 KASUS GIGITAN HEWAN RABIES DI SUMUT

Medan (Berita) : Sepanjang Januari hingga Agustus 2012, terjadi 2.314 kasus Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di 33 kabupaten/kota di Sumatra Utara. Plt Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Sumatra Utara, Sukarni di Medan Selasa mengatakan berdasarkan data yang ada, Kabupaten Dairi menempati urutan tertinggi dengan 327 kasus gigitan anjing, disusul Kota Medan (235 kasus), dan Tapanuli Utara dengan 225 kasus.

Banyaknya kasus GHPR di tiga kabupaten/kota itu menurut dia lebih disebabkan karena masih banyaknya hewan penular rabies seperti anjing liar yang berkeliaran dan tidak pernah disuntik vaksin rabies.

“Kemungkinan besar daerah itu masih banyak orang yang memelihara anjing, ditambah lagi dengan banyaknya anjing liar yang tidak dipelihara berkeliaran,” katanya.

Ia mengatakan rabies merupakan penyakit infeksi akut dengan menyerang sistem saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies.

Virus rabies yang masuk ke tubuh manusia melalui gigitan hewan, katanya, akan berkembang di otot sekitar gigitan, kemudian menyerang susunan syaraf tepi, lalu bergerak ke otak.

Setelah sampai di otak, virus yang termasuk ke dalam famili Rhabdovirus dan genus Lyssa virus itu, akan menyebar ke jaringan-jaringan lain secara cepat sehingga kebanyakan korban tak menyadarinya.

“Penularan penyakit ini oleh gigitan binatang terutama anjing, kucing, dan kera. Ini karena sifatnya yang zoonosis artinya dapat menular dari hewan ke manusia,” katanya.

Ia menganjurkan pemerintah setempat dalam hal ini Dinas Pertenakan harus kerja keras dalam mencegah meningkatkan kasus rabies.

“Anjing-anjing itu harus divaksin agar tidak menularkan rabies, begitu juga dengan masyarakat diharapkan jika terkena gigitan anjing untuk cepat mendatangi puskesmas, atau Dinkes setempat,” katanya. (ant)
sumber: http://beritasore.com

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *