PENGUSAHA HIBURAN “NGERI” HADAPI PETUGAS DISPENDA

MedanBisnis – Medan. Sejumlah wajib pajak (WP), termasuk dari kalangan pengusaha hiburan, di Medan mengaku “ngeri” karena tidak sanggup lagi menghadapi perilaku oknum petugas  Dinas Pendapatan Medan yang terkesan getol menggertak dan menakuit-nakuti mereka. Bahkan, yang paling disesalkan WP terpaksa merogoh kocek untuk membayar dana koordinasi ketimbang dana wajibnya kepada petugas tersebut.
“Kami sering digertak dan ditakuti-takuti mereka. Ya, mau gak mau terpaksa juga kami ikuti apa yang mereka minta termasuk menyiapkan dana koordinasi,” ungkap seorang wajib pajak di Medan yang minta jatidirinya tak disebutkan, Selasa (4/9).

Yang paling mengagetkan, kata dia, para wajib pajak  “dipaksa” untuk  datang ke kantor Dispenda Medan menghadap oknum pejabat berinisial Linda Mora Harahap.

Para wajib pajak dipanggil untuk menyelesaikan urusan pajak termasuk dana koordinasinya. “Kami dipanggil untuk menghadap pejabat itu. Terpaksa juga kami datang karena takut jika menolak akan dikenakan sanksi,” kata WP yang pernah dipanggil menghadap pejabat tersebut.

Kata dia, sejumlah rekannya pengusaha yang bergerak di bidang usaha hiburan karaoke pun mengaku diduga ikut menjadi korban gertakan oknum-oknum pejabat dan petugas Dispenda Medan. Kata dia, usaha karaoke yang diduga digertak itu yakni karaoke L, M, dan J.

Lalu, apa tanggapan Linda Mora Harahap terhadap isu itu? Dengan suara agak tinggi ia bertanya identitas pengusaha yang mengaku ditakut-takuti itu. Ia juga mempertanyakan apa jenis usaha sang pengusaha. Namun saat kembali ditanya mengenai tuduhan tersebut,  ia membantah semuanya.

“Saya atau kami yang di Dispenda enggak pernah menakut-nakuti wajib pajak. Memangnya kami ini siapa (kok pakai menakut-nakuti wajib pajak -red),” ujar Linda. Ia mengklaim tidak punya masalah dengan siapa pun, termasuk dengan para pengusaha di Kota Medan yang menjadi WP.

Kemudian, ujar Linda, secara struktural dirinya sama sekali tidak terlibat dalam persoalan penagihan pajak kepada WP. Ia mengaku hanya bertugas di dalam kantor sepanjang hari. “Saya bukan Kepala seksi Penagihan, saya Kepala Seksi Verifikasi. Enggak pernah saya melakukan penagihan keluar,” kata dia.

Kata dia, yang menjadi Kepala seksi Penagihan adalah rekannya berinisial FH. Ia mengaku tidak terlalu kenal dekat dengan FH. Ia pun membantah ada melakukan pertemuan dengan pengusaha yang hendak membayar pajak, baik di dalam maupun di luar kantor.

Kata Linda, dalam bekerja dirinya selalu berpedoman dan menaati prosedur yang ada, termasuk yang melekat di dalam jabatan dan tugas yang diembannya. “Makanya, harus jelas dulu siapa yang menuduh itu. Jangan asal main tuduh sajalah mereka. Saya ini bekerja sesuai dengan prosedur,” tegasnya. (hendrik hutabarat)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *