DISTRIBUTOR-KOMISI PENGAWAS PUPUK DIMINTA TERTIBKAN KIOS “NAKAL”

MedanBisnis – Sidikalang. Kios pupuk bersubsidi di Kabupaten Dairi mengeluhkan ulah oknum pemilik kios “nakal” yang melanggar wilayah kerja (kelompok tani) yang seharusnya menjadi mitra kerjanya. Karena itu, distributor dan Komisi Pengawas Pupuk diharapkan bisa menertibkan permasalahan tersebut.
Menurut pengakuan pemilik kios pengecer pupuk bersubsidi UD G di Desa Kabanjulu, Kecamatan Lae Parira yang tidak bersedia dicantumkan namanya mengatakan, di Desa Kabanjulu ada dua kios pupuk bersubsidi yakni UD G dan KSU S.

Namun, yang berhak mendistribusikan pupuk di wilayah Desa Kabanjulu adalah UD G berdasarkan keputusan yang dibuat pihak distributor. Sedangkan kios pupuk KSU S di desa lain. Tetapi, fakta di lapangan, pemilik kios KSU S dengan sembarangan menjual kepada masyarakat, sehingga merugikan pemilik kios yang seharusnya menjadi wilayah kerjannya.

“Akibat kejadian itu, saya dirugikan, karena pupuk yang saya tebus dari distributor tidak dapat disalurkan lagi. Karena petani sudah membelinya dari kios lain. Sementara, jatah penebusan pupuk kepada distributor tidak berkurang karena sudah sesuai alokasi,” kata pemilik UD G kepada MedanBisnis, Rabu (5/9).

Misalnya, kata dia, jika distributor menurunkan pupuk 10 – 20 ton, pihaknya harus menebusnya. “Dengan penyerobotan ini mau ke mana pupuk ini saya salurkan. Terus terang jumlah uangnya juga cukup besar darimana kami cari untuk membayar ke distributor,” sebutnya.

Karena kata dia, pemesanan pupuk ke pihak distributor sudah sesuai jumlah alokasi atau anggota yang akan menerima. Sehinga, pihaknya berharap pihak pengawas atupun distributor dapat menertibkan kios yang nakal tersebut.

Ketua  Komisi Pengawas Pupuk Bersubsidi Kabupaten Dairi, Swasta Ginting, yang dikonfirmasi MedanBisnis, Rabu (5/9), mengatakan, pembinaan terhadap kios pengecer pupuk bersubsidi sepenunhya tanggung jawab distributor. Sebab yang mengangkat pemilik kios adalah distributor.

Sedangkan pihaknya hanya mengawasi masalah harga dan kelangkaan pupuk. Namun demikian, pihaknya akan memberitahu masalah ini kepada distributor, dan jika pihak distributor tidak mampu, pihaknya akan merekomendasikan kepada Dinas Perdagangan agar mencabut ijinnya.

Namun pernyataan tersebut berbeda dengan yang diungkapkan salah seorang distributor pupuk
bersubsidi di Kota Sidikalang, pengusaha UD Martadiguna, Ramli Simatupang, mengatakan, pembinaan terhadap kios tidak sepenuhnya tanggung jawab distributor. “Dari namanya saja sudah komisi pengawas, sehingga jika ada kasus seperti ini semua sama-sama bertanggung jawab,” sebut Ramli. (ck 04)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

1 Response to DISTRIBUTOR-KOMISI PENGAWAS PUPUK DIMINTA TERTIBKAN KIOS “NAKAL”

  1. canada goose says:

    Hello. remarkable job. I did not expect this. This is a splendid story. Thanks!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *