CASTRO SINURAT, KEMBANGKAN HOBI MENJADI PEMBUDIDAYA IKAN NILA

MedanBisnis –Samosir. “Setiap usaha haruslah dikerjakan dengan penuh keyakinan dan kesungguhan agar seseorang memperoleh suatu keberhasilan yang dicita-citakannya dalam menjalankan usahanya.”
Itulah sepenggal kalimat yang diucapkan Castro Sinurat, salah seorang pembudidaya ikan nila dan ikan mas dalam kerambah di  perairan Danau Toba Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir saat dijambangi MedanBisnis, Senin (3/9).

Dia adalah salah seorang dari sekian banyak pembudidaya ikan keramba jaring apung (KJA) yang telah berhasil dalam mengembangkan usaha ikannya. Meski masih tergolong dalam skala kecil, namun Castro telah berhasil mengembangkan 20.000 ekor ikan dalam empat net (jaring apung).

Ketertarikannya dalam membudidayakan ikan nila dan ikan mas bermula dari sekadar hobi. Namun, ternyata hobinya tersebut telah berkembang menjadi sebuah usaha yang menggiurkan. Hingga saat ini Castro Sinurat bisa mengembangkan 5.000 – 100.000 ekor ikan nila dan ikan mas. Setiap harinya, dirinya mampu menghasilkan ikan nila dan ikan mas sebanyak 100 kilogram denga harga jual Rp 17.000 per kg.

Kepada MedanBisnis, Castro menambahkan, dengan keterbatasan kemampuan finansial yang dimilikinya, ia berharap Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Pertanian dan Perikanan serta instansi terkait lainnya dapat membantu menunjang perkembangan usahanya dengan cara penambahan jumlah induk/bibit, dan penambahan modal usaha untuk meringankan biaya pengeluaran pembelian pakan.

Castro berkeinginan untuk menambah jumlah ikan nila dari 20.000 ekor menjadi 300.000 ekor bahkan jika bisa lebih.   “Secara tidak langsung saya sudah ikut berperan membangun Samosir dengan cara penambahan gizi bagi masyarakat melalui tersedianya ikan mas dan nila yang dikonsumsi masyarakat setempat,” ujarnya.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Samosir Tua Sitinjak mengatakan bahwa Dinas Pertanian dan Perikanan berupaya membantu kelompok masyarakat yang bersungguh-sungguh mengembangkan usaha perikanan dengan cara melakukan pembinaan dan penyuluhan serta menyalurkan fasilitas sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat. (tumpal sijabat)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *