BUPATI SERGAI TIDAK BERANI BONGKAR BILBOARD ‘SAKTI’ MULTIGRAFINDO

Dipajang Gambar Kapoldasu dan Ketua PP

Sei Rampah-andalas Kendati diprotes warga dan tidak memiliki izin pendirian, billboard atau papan reklame ‘sakti’ milik PT Multigrafindo advertising kini berdiri kokoh di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kota Perbaungan.

REKLAME -Papan reklame Multigrafindo yang dibangun tanpa izin Pemkab Sergai di Kota Perbaungan.

 

Jurus yang dipakai pengusaha Multigrafindo melibatkan salah satu organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) setempat, ternyata cukup jitu untuk melancarkan pembangunan papan reklame liar itu.

Setelah berdiri, pengusaha Multigrafindo mengecat sebagian tiang pondasi dengan warna dan corak yang identik dengan salah satu OKP.

Kemudian memajangkan gambar Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro dan Ketua MPW Pemuda Pancasila (PP) Anuar Shah pada satu sisi bando dan memajang gambar tokoh-tokoh pimpinan PP pusat, Sumut dan Sergai pada sisi bando yang lain.

Diduga para pejabat Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai), termasuk Bupati HT Erry Nuradi merasa sungkan bahkan ‘keder’ untuk menindak tegas oknum pengusaha advetising asal Medan tersebut.

Buktinya hingga Selasa (4/9), papan reklame liar yang berdiri sejak pertengahan bulan Ramadan lalu itu masih tegak kokoh dan seolah tidak tersentuh aparat pemkab setempat.

Pemkab Sergai terutama dalam hal ini Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan, dan Aset (PPKA), tidak berani bertindak tegas untuk mengamankan peraturan daerah yang dibuatnya sendiri.

Dari awal pembangunannya, papan reklame ini diprotes dan ditentang warga setempat. Selain karena keberadaannya mengganggu kenyamanan tempat usaha warga, persetujuan warga juga tidak pernah diminta oleh pihak Multigrafindo untuk pembangunan papan reklame tersebut.

Padahal menurut peraturan daerah setempat, salah satu syarat untuk mendapatkan izin pembangunan papan reklame harus ada persetujuan warga setempat.

Hal ini juga diaminkan oleh pihak Dinas PPKA Sergai selaku SKPD yang berkompeten mengeluarkan izin pembangunan papan reklame di daerah itu.

Terbukti, begitu protes warga mencuat, pihak Dinas PPKA langsung turun untuk menghentikan proses pembangunan papan reklame.

Namun ketika itu B Sebayang selaku pejabat dari Dinas PPKA Sergai ‘tidak berdaya’ menghentikannya karena munculnya sejumlah oknum dari salah satu OKP setempat yang menolak pembangunan reklame tersebut dihentikan.

Beberapa hari kemudian Dinas PPKA Sergai melayangkan surat perintah kepada Multigrafindo agar menghentikan pembangunan papan reklame tersebut.

“Kita (Dinas PPKA Sergai-red) sudah menyurati PT Multigrafindo Advertising pada hari Rabu (8/8/2012). Isi suratnya menghentikan pembangunan papan reklame yang berdiri tanpa izin di Kota Perbaungan,” kata Kepala Dinas PPKA Sergai H Agus Tripriyono SE MSi, ketika dihubungi, Kamis (9/8) lalu.

Anggota Komisi C DPRD Sergai Delpin Barus ST sewaktu dimintai pendapatnya secara terpisah mengatakan, pembangunan papan reklame yang tidak memiliki izin harus secepatnya dibongkar.

Delpin bahkan ketika itu berjanji akan segera menjadwalkan pemanggilan terhadap Dinas PPKA Sergai dan pihak terkait untuk membahas masalah papan reklame tanpa izin itu.

Namun baik surat perintah dari Dinas PPKA Sergai maupun pernyataan Anggota DPRD Sergai itu tak digubris. Oknum pengusaha Multigrafindo tetap melanjutkan pembangunan hingga akhirnya papan reklame berdiri kokoh seperti sekarang.(RYAD)
sumber : http://harianandalas.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *