SAT RESKRIM LENGKAPI BERKAS PENGANIAYAAN RODOT GEDEK

Medan, (Analisa). Satuan Reskrim Polresta Medan terus memburu tiga pelaku penganiayaan Rudianto alias Rodot Gedek, korban penganiayaan yang terjadi di Sirkuit Multi Fungsi Jalan Pancing Medan Estate, Senin (1/8) lalu.
Demikian Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol M Yoris Marzuki saat dikonfirmasi wartawan di Mapolresta Medan, Senin (3/9) siang.

“Kita masih kejar tiga pelaku lagi yang masih buron,” ucap Kompol Yoris.

Kasat juga menegaskan hingga saat ini pihaknya masih melengkapi berkas dari tiga tersangka yang sebelumnya berhasil diringkus petugas Sat Reskrim Polresta Medan.

Keterangan ini sekaligus menegaskan kesimpang siuaran kabar yang sebelumnya mengatakan kalau berkas tersangka pelaku penganiayaan Rodot yakni Kasman, Hazrat dan Iwan Pablo telah P21.

“Berkas belum P21, siapa yang bilang itu, kalau sudah P21 nanti saya sampaikan ke media,” ungkapnya.

Ketika disinggung saksi tambahan yang diperiksa terkait penganiayaan yang dialami Rodot saat mengawasi pembangunan Grass Track Sirkuit Multi Fungsi Jalan Pancing Medan Estate, Kasat menyatakan belum ada saksi tambahan yang diperiksa.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rudianto alias Rodot dianiaya sekelompok orang yang diduga suruhan pihak tertentu saat sedang mengawasi Sirkuit Multi Fungsi di jalan Pancing Medan Estate, Senin (1/8) lalu.

Akibat penganiayaan tersebut Rodot mengalami luka parah di kepala dan bahunya hingga harus mendapat perawatan selama tiga hari di rumah sakit.

Aksi penganiayaan yang diduga dipicu masalah sengketa lahan sirkuit yang dihibahkan Pemrovsu ke pihak Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk dikelola dengan pihak PT Mutiara Development yang mengklaim telah memiliki separuh dari lahan tersebut, ribuan bikers yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pecinta Otomotif (AMPO) menggelar aksi unjuk rasa di kantor Gubernur Sumatera Utara, meminta pihak terkait mengusut penjualan lahan sirkuit ke pihak PT Mutiara yang dianggap sarat dengan kecurangan, karena diketahui sirkuit tersebut dibangun dengan dana yang dikeluarkan dari APBD tahun 2007, 2008 dan 2010 sebesar Rp 6,3 milyar.(aru)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *